Abstract :
Latar Belakang: Dermatitis kontak iritan merupakan penyakit yang berpotensi
terjadi pada pedagang ikan karena sering berkontak dengan air. Jika dermatitis
kontak tidak segera diatasi tentu dapat mengakibatkan tingginya prevalensi
dermatitis kontak dan tingginya libur kerja yang berpengaruh terhadap kondisi
sosial dan ekonomi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang
berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada pedagang ikan di
Pasar Tradisional Aur Duri Kota Jambi Tahun 2024.
Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross
sectional. Jumlah sampel sebanyak 65 orang yang ditentukan dengan teknik
Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari ?
Februari 2024. Analisis data dilakukan dengan 2 tahap, yaitu analisis univariat
dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian: Terdapat 44,6% pedagang ikan mengalami dermatitis kontak
iritan. Usia memiliki nilai signifikansi (p-value = 0,002), jenis kelamin (p-value =
0,532), personal hygiene (p-value = 0,005), lama paparan (p-value = 0,005),
penggunaan APD (p-value = 0,001), masa kerja (p-value = 1,000), dan
penyediaan air bersih (p-value = 0,004).
Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan
pada pedagang ikan di Pasar Tradisional Aur Duri Kota Jambi adalah usia,
personal hygiene, lama paparan, penggunaan APD, dan penyediaan air bersih.
Sementara jenis kelamin dan masa kerja tidak memiliki hubungan yang
signifikan.
Kata Kunci: faktor risiko, dermatitis kontak iritan, pedagang ikan.
Background: Irritant contact dermatitis is a disease that has the potential to
occur in fish traders because they often come into contact with water. If contact
dermatitis is not treated immediately, it can certainly result in a high prevalence
of contact dermatitis and high work holidays which affect the social and economic
conditions of workers. This research aims to determine the factors related to the
incidence of irritant contact dermatitis among fish traders at the Aur Duri
Traditional Market, Jambi City in 2024.
Research Method: Quantitative research using a cross sectional design. The total
sample was 65 people determined using the Simple Random Sampling technique.
Data collection was carried out in January ? February 2024. Data analysis was
carried out in 2 stages, namely univariate analysis and bivariate analysis using
the chi-square test.
Research Result: There are 44.6% of fish traders experiencing irritant contact
dermatitis. Age has a significance value (p-value = 0.002), gender (p-value =
0.532), personal hygiene (p-value = 0.005), length of exposure (p-value = 0.005),
use of PPE (p-value = 0.001 ), length of service (p-value = 1.000), and provision
of clean water (p-value = 0.004).
Conclusion: Factors associated with the incidence of irritant contact dermatitis
in fish traders at the Aur Duri Traditional Market, Jambi City are age, personal
hygiene, length of exposure, use of PPE, and provision of clean water.
Meanwhile, gender and length of service do not have a significant relationship.
Keywords: risk factors, irritant contact dermatitis, fish traders.