Abstract :
Latar Belakang: Isu mengenai sampah rumah tangga merupakan permasalahan
berkaitan erat dengan kehidupan manusia, dan bisa ditemui dalam keseharian.
Kota Jambi menjadi kota dengan timbulan sampah terbanyak di Provinsi Jambi
sebesar 159 ribu ton/tahun, Kelurahan Kenali Besar menjadi Kelurahan dengan
timbulan sampah terbanyak sebesar 3,6 ribu ton/tahun dan RT.17 merupakan RT
dengan timbulan sampah terbesar mencapai 256 ton/tahun. Tujuan studi ini untuk
mengetahui pengaruh pelatihan pengelolaan sampah terhadap perilaku masyarakat
dalam mengelola sampah rumah tangga di RT.17 Kelurahan Kenali Besar Kota
Jambi.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan
menggunakan kelompok pretest-posttest design, yaitu melakukan kegiatan
pengukuran awal sebelum dan sesudah perlakuan.
Hasil: Hasil penelitian dari uji Wilcoxon didapatkan hasil Asymp.Sig (2-tailed)=
0,000 dan Asymp.Sig (2-tailed)= 0,001 pada variabel pengetahuan dan sikap
dimana Asymp.Sig < 0,05 berarti ada pengaruh pelatihan pengelolaan sampah
terhadap pengetahuan dan sikap, sedangkan hasil Asymp.Sig (2-tailed)=0,000 dan
Asymp.Sig (2-tailed)=0,705 pada variabel tindakan dimana Asymp.Sig > 0,05
berarti tidak ada pengaruh pelatihan pengelolaan sampah terhadap tindakan
Kesimpulan: Pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga efektif terhadap
peningkatan pengetahuan dan sikap namun kurang efektif terhadap tindakan
masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga di RT.17 Kelurahan Kenali
Besar Kota Jambi.
Kata Kunci: Pelatihan, Pengelolaan Sampah, Pengetahuan, Sikap, Tindakan.
Background: The issue of household waste is a problem closely related to human
life, and can be encountered in everyday life. Jambi City is the city with the most
waste generation in Jambi Province at 159 thousand tons/year, Kenali Besar
Village is the Village with the most waste generation at 3.6 thousand tons/year
and RT.17 is the RT.17 with the largest waste generation reaching 256 tons/year .
The aim of this study is to determine the effect of waste management training on
community behavior in managing household waste in RT.17, Kenali Besar
Village, Jambi City.
Method: This research is a type of quasi-experimental research using a group
pretest-posttest design, namely carrying out initial measurement activities before
and after treatment.
Results: The research from the Wilcoxon test showed Asymp.Sig (2-tailed)= 0,000
and Asymp.Sig (2-tailed)= 0,001 on the knowledge and attitude variables where
Asymp.Sig < 0,05 means there is an influence of waste management training on
knowledge and attitudes, while the results of Asymp.Sig (2-tailed)= 0,000 and
Asymp.Sig (2-tailed) = 0,705 on the action variable where Asymp.Sig > 0,05
means there is no effect of waste management training on action.
Conclusion: Household waste management training is effective in increasing
knowledge and attitudes but less effective in terms of community action in
managing household waste in RT.17, Kenali Besar Village, Jambi City.
Keywords: Training, Waste Management, Knowledge, Attitude, Action.