Abstract :
ABSTRAK - Biji salak merupakan salah satu limbah yang didapatkan dari buah salak. biji salak dapat dijadikan sebagai bahan
dasar pembuatan bubuk kopi biji salak. Varietas yang digunakan adalah varietas salak gading. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui suhu dan lama penyangraian dan untuk mengetahui kombinasi dan interaksi suhu dan lama penyangraian biji salak
gading terhadap karakteristik dan uji organoleptik yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan
Acak Lengka (RAL) pola faktorial yang terdiri dari Dua faktor. Faktor pertama adalah suhu penyangraian (T) terdiri dari 3 Taraf
yaitu : T1=160°C, T2=170°C, T3=180°C. Faktor kedua adalah lama waktu penyangraian (t) yang terdiri dari 3 taraf yaitu : t1=20
menit, t2=25 menit, t3=30 menit. Parameter yang diamati yaitu Kadar Air(%), Kadar Abu(%), Analisis Warna, Aktivitas
Antioksidan(%) dan Uji Organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyangraian berpengaruh nyata terhadap
Kadar Air, Kadar Abu dan Aktivitas Antioksidan dan lama waktu penyangraian berpengaruh nyata terhadap Kadar Air, Analisis
warna nilai L*, a* dan Aktivitas Antioksian. Hasil uji organoleptik berpengaruh nyata terhadap aroma, warna dan rasa. Suhu dan
lama penyangraian Tidak terdapat interaksi. Suhu dan lama waktu penyangraian terbaik yang sudah memenuhi Standar Nasional
Indonesia adalah pada suhu 160°C dan lama waktu 30 menit menghasilkan Kadar air 3,67%, Kadar abu 2,83%, Nilai analisis
warna L* 27,43, a* 8,60, b* 24,4, Aktivitas Antioksidan 78,95% dan memiliki aroma (Agak khas aroma biji salak), warna (tidak
hitam) dan rasa (agak pahit).
ABSTRACT - Salak seeds are one of the wastes obtained from salak fruit. Salak beans can be used as a basic ingredient for
making Salak Bean Coffee Powder. The variety used is the ivory salak variety. This study aims to determine the temperature and
duration of roasting and to determine the combination and interaction of temperature and roasting duration of ivory salak seeds
on the characteristics and organoleptic tests produced. This study was conducted using the Lengka Random Design (RAL)
method factorial pattern consisting of two factors. The first factor is the roasting temperature (T) consists of 3 levels, namely:
T1=160°C, T2=170°C, T3=180°C. The second factor is the length of roasting time (t) which consists of 3 levels, namely: t1=20
minutes, t2=25 minutes, t3=30 minutes. The parameters observed were Water Content(%), Ash Content(%), Color Analysis,
Antioxidant Activity(%) and Organoleptic Test. The results showed that roasting temperature had a significant effect on water
content, ash content and antioxidant activity and the length of roasting time had a significant effect on water content, color
analysis of L*, a* values and antioxidant activity. The best temperature and roasting time according to SNI is at a temperature of
160°C and a length of 30 minutes produces a moisture content of 3.67%, ash content of 2.83%, color analysis values L* 27.43,
a* 8.60, b* 24.4, antioxidant activity 78.95% and has aroma (typical aroma of salak seeds), color (not black) and taste
(somewhat like).