Abstract :
Penelitian ini membahas tentang Nilai-nilai Karakter Dalihan Natolu dan Relevansinya
Dalam Pembelajaran Di SMAN 1 Ujung Padang. Dalihan Na Tolu merupakan sistem
sosial kultural masyarakat Batak Toba yang mengatur siapa yang harus bersikap
bagaimana, terhadap siapa, dan untuk alasan apa. Tujuan penelitian untuk mengetahui
awal terbentuknya Dalihan Na Tolu pada suku Batak Toba, mengetahui nilai-nilai
karakter yang terkandung dalam Dalihan Na Tolu, mengetahui relevansi nilai-nilai
karakter Dalihan Na Tolu terhadap pembelajaran sejarah di SMAN 1 Ujung Padang.
Penelitian ini masuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Metodeyang digunakan dalam penelitian skripsi ini adalah metode yang pada umumnya
digunakan untuk penelitian kualitatif yang meliputi langkah-langkah kegiatan observasi
yaitu pengamatan secara langsung, melakukan wawancara kepada Raja Parhata, guru
mata pelajaran sejarah dan peserta didik. Kemudian, penulis melakukan pengumpulan
dokumentasi dan data-data lainnya sebagai informasi tambahan. Hasil penelitian skripsi
ini adalah 1) Terbentuknya Dalihan Na Tolu pada suku Batak Toba melalui susunan tiga
batu pengapian alat memasak yang dijadikan simbol dasar hidup orang Batak. Dalihan
artinya tungku, Na artinya yang, Tolu artinya tiga. Tiga tungku tersebut ialah Somba
Marhulahula, Manat Mardongan Tubu, dan Elek Marboru berfungsi membentuk garis
kekerabatan tiga pihak melalui ikatan pernikahan menjadi satu kesatuan. 2) Nilai-nilai
karakter yang terdapat pada Dalihan Na Tolu meliputi nilai toleransi, dispilin,
demokratis, cinta damai, tanggung jawab, lemah lembut dan solidaritas. 3) Nilai-nilai
karakter Dalihan Na Tolu memiliki relevansi pada pembelajaran sejarah di SMAN 1
Ujung Padang melalui analisis kurikulum dan silabus yang berlaku. Materi sejarah
perjuangan Sisingamangaraja XII yang mencerminkan nilai-nilai karakter Dalihan Na
Tolu dapat diwujudkan dalam pembelajaran dikelas. Dalam upaya penguatan Pendidikan
karakter melalui pembelajaran sejarah tersebut telah dipilih KD : menganalisis peran
tokoh-tokoh nasional dan daerah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ke
dalam RPP
This research discusses Dalihan Natolu's character values and their relevance
In Learning at SMAN 1 Ujung Padang. Dalihan Na Tolu is a system
The social and cultural aspects of the Toba Batak people regulate who should behave
how, against whom, and for what reasons. The aim of the research is to find out
the beginning of the formation of Dalihan Na Tolu in the Toba Batak tribe, knowing the values
characters contained in Dalihan Na Tolu, knowing the relevance of values
Dalihan Na Tolu's character towards history learning at SMAN 1 Ujung Padang.
This research is included in qualitative research with a descriptive approach.
The method used in this thesis research is the general method
used for qualitative research which includes observation activity steps
namely direct observation, conducting interviews with Raja Parhata, the teacher
history subjects and students. Then, the author carried out the collection
documentation and other data as additional information. Thesis research results
These are 1) The formation of Dalihan Na Tolu in the Toba Batak tribe through a triple arrangement
The ignition stone for cooking tools is used as a basic symbol of life for the Batak people. Dalihan
means furnace, Na means yang, Tolu means three. The three stoves are Somba
Marhulahula, Manat Mardongan Tubu, and Elek Marboru function to form a line
kinship between three parties through the marriage bond becomes one unit. 2) Values
The characters contained in Dalihan Na Tolu include the values of tolerance, discipline,
democratic, love peace, responsibility, gentleness and solidarity. 3) Values
Dalihan Na Tolu's character has relevance to history learning at SMAN 1
Ujung Padang through analysis of the applicable curriculum and syllabus. Historical material
the struggle of Sisingamangaraja XII which reflects the values of Dalihan Na's character
Tolu can be realized in classroom learning. In an effort to strengthen education
character through history learning has been chosen KD: analyzing roles
national and regional figures in the fight for Indonesian independence to
in the RPP