Abstract :
Kedelai merupakan komoditas terpenting karena kaya protein nabati yang
diperlukan untuk peningkatan gizi masyarakat. Protein nabati ini selain aman bagi
kesehatan juga relatif murah dibandingkan sumber protein hewani. Sejalan dengan
pertumbuhan penduduk yang setiap tahun bertambah terus maka kebutuhan biji
kedelai semakin meningkat untuk bahan baku industri olahan pangan (tahu,
tempe, kecap, susu kedelai, tauco dan sebagainya). Luas lahan di Provinsi Jambi
yang merupakan tanah Ultisol mencapai 1.956.162 ha atau 39,93% dari luas
lahan yang ada yaitu 4.898.978 ha (Bappeda Jambi, 2013). Luas lahan tersebut
masih menjadikan salah satupenyebab rendahnya produktivitas kedelai di Provinsi
Jambi, hal ini disebabkan karena tanah ultisol mempunyai kelemahan untuk
digunakan sebagai media tanam. Tanah ultisol termasuk jenis tanah yang cukup
mendominasi di Indonesia, khususnya didaerah bagian Sumatera, dimana
memiliki areal yang paling luas setelah Inceptisol. Mengingat sebarannya yang
sangat luas, maka tanah ultisol mempunyai prospek yang cukup besar untuk
dikembang kan menjadi lahan penanaman kedelai. Penanaman kedelai pada lahan
ultisol harus dilakukan dengan Tindakan pengelolaan tanaman dan tanah yang
tepat, karena tanah ultisol memiliki kelemahan pada sifat kimia, fisik dan biologi
tanahnya.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian
Universitas Jambi dari bulan Oktober 2022 sampai Januari 2023 dengan tujuan
untuk mengatasi persoalan rendahnya serapan hara tanaman kedelai pada tanah
ultisol dengan cara mengoptimalkan suplai hara melalui daun. Terobosan ini
diharapkan akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas hasil panen
kedelai. Untuk melakukan pengujian sejauh mana pengaruh pemberian pupuk
melalui daun pada berbagai fase vegetative dan reproduktif tanaman kedelai
dalam upaya peningkatan produktivitas. Penelitian ini dilakukan dengan
Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola satu faktor terdiri dari 8 taraf
perlakuan dan 3 ulangan, yaitu f0: kontrol/tanpa perlakuan, f1: Pupuk daun
diberikan pada fase V1, f2: Pupuk daun diberikan pada fase R1, f3: Pupuk daun
diberikan pada fase V2, f4: Pupuk daun diberikan pada fase V1 dan R1, f5: Pupuk
daun diberikan pada fase V1 dan V2, f6: Pupuk daun diberikan pada fase V2 dan
R1, f7: Pupuk daun diberikan pada fase V1,V2 dan R1. Untuk mengetahui
pengaruh perlakuan dilakukan analisis secara statistik menggunakan sidik ragam
(ANOVA). Jika terlihat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT pada
taraf ? = 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pupuk daun
pada tanaman kedelai memperlihatkan perbedaan yang nyata produktivitas
tanaman kedelai (Glicyne max (L) Merril) seperti berat brangkasan kering, jumlah
polong berisi, bobot 100 butir, bobot biji pertanaman, namun memperlihatkan
perbedaan yang tidak nyata terhadap jumlah cabang dan berat brangkasan basah.
Abstract, Soybeans are the most important commodity because they are rich in vegetable protein
necessary to improve community nutrition. This vegetable protein is also safe for you
health is also relatively cheap compared to animal protein sources. In line with
Population growth continues to increase every year, increasing the need for seeds
soybeans are increasingly used as raw materials for the food processing industry (tofu,
tempeh, soy sauce, soy milk, tauco and so on). Land area in Jambi Province
which is Ultisol soil reaching 1,956,162 ha or 39.93% of the area
The existing land is 4,898,978 ha (Bappeda Jambi, 2013). The area of ??the land
is still one of the causes of low soybean productivity in the province
Jambi, this is because ultisol soil has a weakness for
used as a planting medium. Ultisol soil is a fairly good type of soil
dominates in Indonesia, especially in parts of Sumatra, where
has the largest area after Inceptisol. Considering its distribution
very wide, then ultisol soil has quite big prospects for
developed into soybean planting land. Planting soybeans on land
ultisol must be carried out with appropriate plant and soil management actions
appropriate, because ultisol soil has weaknesses in chemical, physical and biological properties
the land. This research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture
Jambi University from October 2022 to January 2023 with the aim of
to overcome the problem of low nutrient uptake of soybean plants in the soil
ultisol by optimizing nutrient supply through the leaves. This breakthrough
It is hoped that it will contribute to increasing crop productivity
soya bean. To test the extent of the effect of applying fertilizer
through the leaves in various vegetative and reproductive phases of soybean plants
in an effort to increase productivity. This research was conducted with
Randomized Block Design (RAK) with a one factor pattern consisting of 8 levels
treatment and 3 replications, namely f0: control/no treatment, f1: foliar fertilize