Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil data awal yang ditemukan peneliti yang
menunjukkan bahwa masih ada siswa yang enggan berperilaku prososial, siswa/siswi
kurang inisiatif untuk membantu orang lain. Para siswa merasa lebih nyaman dan suka
memberikan pertolongan pada orang yang sudah akrab atau teman yang dekat saja. Apalagi
biasanya siswa dalam sebuah kelas memiliki komunitas sendiri dan terpecah dalam
beberapa kelompok, meskipun hubungan antar siswa dalam kelas tersebut baik, namun
keinginan siswa untuk memberikan pertolongan atau berperilaku prososial hanya terbatas
pada teman dekat atau teman satu komunitas dengan mereka. Hal tersebut bila tidak diatasi
bisa menyebabkan semakin rendahnya sikap ketidakpedulian terhadap orang lain yang
nantinya dapat mengakibatkan mereka tumbuh menjadi orang-orang yang memiliki sifat
individual tinggi dan tidak suka menolong tanpa pamrih.
Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual dan
tingkat perilaku prososial dan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara
kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA
Negeri 1 Muaro Jambi. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian expost
facto dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Analisis yang digunakan
untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel menggunakan teknik analisis regresi
linear sederhana. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik simple random
sampling, dan alat pengumpulan data menggunakan angket kecerdasan spiritual dan angket
perilaku prososial.
Hasil penelitian menunjukkan tingkat kecerdasan spiritual dalam kategori yang
sangat tinggi, berada pada persentase sebesar 84%, sedangkan perilaku prososial siswa
menunjukkan tingkat perilaku prososial dalam kategori tinggi, berada pada persentase
sebesar 75%. Lalu terdapat pengaruh yang positif antara kecerdasan spiritual terhadap
perilaku prososial siswa di SMA Negeri 1 Muaro Jambi. Dengan nilai koefisien determinasi
sebesar 0,258 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (kecerdasan
spiritual) terhadap variabel terikat (perilaku prososial) adalah sebesar 25,8%. Dengan
demikian dengan menggunakan kriteria penafsiran regresi, dimana nilai R square (0,258)
berada pada rentang 0,17-0,49 yang artinya memiliki pengaruh yang cukup kuat.