Abstract :
Pembelajaran Luar kelas (Outdoor Learning) merupakan aktivitas luar
sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/sekolah dan di alam bebas lainnya,
seperti: bermain di lingkungan sekolah, aman, perkampungan, pertanian/nelayan,
berkemahan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek
pengetahuan yang relevan. Dalam konteks ini, tujuan pemodelan matematika
adalah mengarahkan siswa untuk membuat prediksi, menjelaskan masalah,
menggambarkan dan memahami situasi yang berbeda di dunia nyata.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat implementasi outdoor
learning menggunakan komplek Candi Muaro Jambi berbasis modelling
mathematics materi geometri di kelas VIII SMPN 11 Muaro Jambi serta
mengetahui kendala-kendala yang terjadi pada implementasinya . Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, angket gaya belajar, dan
angket persepsi siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran luar
kelas berbasis modelling mathematics terdapat 5 tahapan yaitu:(1) Orientasi siswa
terhadap masalah konteks outdoor(Real situation), yakni guru memberikan
gambaran awal tentang bangun ruang sisi datar yang berkaitan dengan kehidupan
nyata yang ada di komplek percandian Muaro Jambi. (2) Membuat real model
masalah dan collect data (Real mode) diintergrasikan kegiatan mengamati,
bertanya dan menalar. (3)Menentukan recana penyelesaian masalah berdasarkan
model matematik yang dibuat (Mathematical model), dimana siswa diminta
membuat model matematika untuk menyelesaikan masalah berdasarkan masalah
dan data yang didapat melalui obeservasi di lapangan. (4) Melaksanakan
eksperimen berdasarkan model mathematics (Mathematical result), yakni siswa
diminta untuk melaksanakan rencana penyelesaian masalah. (5) Melakukan
presentasi hasil dan refleksi hasil berdasarkan konteks outdoor (Real result).
Adapun kendala yang dihadapi antara lain: (1) Siswa merasa kesulitan dalam
menggunakan meteran seabagai alat ukur, (2) kesulitan dalam mengamati
fenomena matematika di lapanga, (3) jarak dari sekolah ke lokasi outdoor cukup
jauh (4) tidak adanya permainan di sela-sela pembelajaran sehingga membuat
siswa menjadi cepat bosan (5) siswa masih malu-malu dalam memberikan
tanggapan, masukan dan kesimpulan saat pembelajaran berlangsung.