Abstract :
Gaya bahasa merupakan unsur penting yang ada pada puisi karya siswa.
Gaya bahasa adalah bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu
karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang.
Puisi karya siswa adalah puisi bebas yang ditulis oleh siswa. Puisi dapat dikatakan
puisi yang bagus apabila didalamnya terdapat gaya bahasa jika didalam puisi tidak
terdapat gaya bahasa maka puisi tersebut dapat dikatakan puisi yang jelek. Oleh
karena itu peneliti ingin mengetahui jenis gaya bahasa yang digunakan oleh siswa
dalam membuat puisi bebas. Masalah dalam penelitian ini adalah gaya bahasa apa
sajakah yang digunakan oleh siswa kelas VIII H dalam menulis puisi. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa pada puisi karya siswa
kelas VIII H SMP Negeri 1 Umbulsari.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian adalah
siswa kelas VIII H SMP Negeri 1 Umbulsari tahun pelajaran 2016/2017. Tempat
penelitian di SMP Negeri 1 Umbulsari. Data penelitian berupa gaya bahasa pada
setiap larik puisi karya siswa dan sumber data berupa puisi bebas karya siswa.
Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumen. Peneliti sebagai
instrumen utama dengan menggunakan alat bantu berupa tabel. Teknik analisis
data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Langkah pertama reduksi data,
kedua penyajian data dan ketiga penarikan simpulan/verifikasi. Untuk mengecek
keabsahan data peneliti menggunakan ketekunan pengamatan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa sering menggunakan empat
jenis gaya bahasa, gaya bahasa tersebut meliputi gaya bahasa perbandingan
(perumpamaan, metafora, personifikasi dan antitesis), gaya bahasa pertentangan
(hiperbola dan inuendo), gaya bahasa pertautan (metonimia) dan gaya bahasa
perulangan (anafora, epistrofa dan mesodiplopsis). Menurut siswa kesepuluh
macam gaya bahasa tersebut lebih mudah digunakan dan mudah dimengerti
dibandingkan dengan gaya bahasa yang lainnya. Namun dari 36 puisi karya siswa
kelas VIII H terdapat empat puisi yang tidak mengandung gaya bahasa oleh
karena itu keempat puisi tersebut dapat dikatakan puisi yang jelek. Sehubungan
dengan hal tersebut, puisi dapat dikatakan baik apabila didalam sebuah puisi
terdapat gaya bahasa