DETAIL DOCUMENT
Penerapan Pembelajaran Teknik Kancing Gemerincing untuk Peningkatkan Kemampuan Bernegosiasi Siswa Kelas XI SMK As�syafii Rambipuji Tahun Pelajaran 2016/2017
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Hariani, Yuyun
Subject
407 Education, Research & Related Topics 
Datestamp
2021-06-24 07:53:48 
Abstract :
Pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing adalah metode struktural yang mengembangkan hubungan timbal balik antara anggota kelompok dengan didasari kepentingan yang sama dalam menyampaikan ide, mengklarifikasi pernyataan, dengan menggunakan kancing sebagai tiket untuk melakukan kontribusi tersebut dalam proses pembelajaran. Masalah pada penelitian ini adalah (1) bagaimanakah penerapan pembelajaran teknik kancing gemerincing, dan (2) bagaimanakah menggunakan teknik kancing gemerincing untuk meningkatan kemampuan bernegosiasi siswa kelas XI SMK As-syafii Rambipuji tahun pelajaran 2016/2017. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan penerapan pembelajara teknik kancing gemerincing untuk meningkatkan kemampuan bernegosiasi siswa kelas XI SMK As ? syafii Rambipuji tahun pelajaran 2016/2017. (2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa setelah dilaksanakan pembelajaran teknik kancing gemerincing untuk meningkatkan kemampuan siswa bernegosiasi kelas XI SMK As-syafii Rambipuji tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sasaran pada penelitian ini adalah 26 siswa kelas XI SMK As-syafii Rambipuji. Tempat penelitian SMK As-syafii Rambipuji, pada tanggal 22 Mei 2017 sampai tanggal 03 Juni 2017. Prosedur penelitian penelitian ini ada lima, yaitu studi pendahuluan, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan di SMK As-syafii Rambipuji yaitu ?75.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah non tes. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan skala penilaian. Penerapan pembelajaran teknik kancing gemerincing untuk meningkatkan kemampuan bernegosiasi siswa dapat berjalan efektif. Hal ini ditunjukkan dengan memberikan kesempatan kepada semua anggota kelompok untuk berpartisipasi dalam menyumbangkan ide, saran, sanggahan, pertanyaan dan juga kritikan pada saat pembelajaran bernegosiasi. Hal ini dapat dilihat pada hasil pembelajaran bernegosiasi siswa yang semakin membaik dari pretest, siklus I hingga siklus II. Pada tahap pretes, siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 7 siswa (27%). Setelah diadakan tindakan pada siklus I siswa yang mencapai ketuntasan belajar meningkat menjadi 14 siswa (54 %) Jadi, pada siklus I terjadi peningkatan 27% dari pretes. Saat diterapkan tindakan pada siklus II, siswa yang mencapai ketuntasan belajar semakin meningkat menjadi 24 siswa (92%). Jadi, pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 38 % dari siklus I. Kentuntasan belajar dapat dicapai siswa secara klasikal dan tidak perlu dilakukan pengulangan siklus. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember