Abstract :
Pendahuluan: Perilaku spiritual pada masa remaja memungkinkan terjadinya kegoncangan emosi, kecemasan, dan kekhawatiran yang menyebabkan remaja melakukan perilaku yang hanya sesuai dengan keinginannya seperti perilaku berpacaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku spiritual dengan perilaku berpacaran pada remaja. Populasi penelitian ini adalah remaja kelas X dan XI di SMAN 1 Jenggawah Kabupaten Jember sebanyak 462 siswa dengan sampel 214 responden dengan menggunakan tekhnik pengambilan sampel yaitu Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden mayoritas memiliki perilaku spiritual dengan kriteria baik sebanyak 187 responden (87,4%), sisanya memiliki kriteria kurang baik sebanyak 27 responden (12,6%) dan mayoritas remaja memiliki perilaku berpacaran tidak menyimpang sebanyak 185 orang (86,4%), sisanya memiliki kriteria menyimpang sebanyak 29 orang (13,6%). Uji statistik dengan uji Fisher Exact Test (?=0,05) menunjukkan ada hubungan antara perilaku spiritual dengan perilaku berpacaran dengan p value 0,000?0,05. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan antara perilaku spiritual dengan perilaku berpacaran pada remaja di SMAN 1 Jenggawah Kabupaten Jember. Diskusi: Rekomendasi bagi orang tua remaja untuk melakukan komunikasi efektif dengan remaja minimal selama 15 menit dalam sehari.