Abstract :
Penerapan teknologi dalam bidang konstruksi teknik sipil mengalami
perkembangan yang pesat, membuat para perencana struktur dituntut untuk
lebih produktif, kreatif, dan inovatif terutama dalam hal perancangan struktur.
Perencanaan struktur baja dapat menghasilkan struktur yang stabil, cukup
kuat, mampu layan, awet, bahkan kemudahan dalam pelaksanaan.
Perencanaan struktur bangunan baja tahan gempa sangat penting di
Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya memiliki kerawanan yang tinggi
terhadap gempa. Sebagai bahan review desain, gedung Center for
Development of Advance Science and Technology (CDAST) Universitas
Jember merupakan gedung perkuliahan yang terdiri dari 9 lantai termasuk
lantai atap, yang semula pada strukturnya menggunakan struktur beton
bertulang dan didesain kembali menggunakan struktur baja, yang bertujuan
agar diperoleh berat konstruksi yang lebih ringan.
Peraturan yang digunakan untuk perencanaan ini yaitu perencanaan
struktur baja dengan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD)
Edisi Kedua berdasarkan SNI 03- 1729- 2002, SNI 03- 1729- 2002 Tentang
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung dan Peraturan
Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983.
Gempa pada konstruksi baja yang menggunakan profil king cross tidak
berpengaruh yang signifikan, akan tetapi dalam pemilihan profil yang
digunakan dengan menggunakan Profil King Cross 700.300.13.24 dan Profil
WF 600.300.14.23 konstruksi tersebut aman. Kekuatan kestabilan ketahanan
gempa pada konstruksi beton bertulang yang ditransformasikan pada
konstruksi baja tahan gempa di gedung CDAST sangat aman dan lebih ringan
dalam berat totalnya dibandingkan dengan menggunakan struktur beton
bertulang.