DETAIL DOCUMENT
Gambaran Kebutuhan Pendampingan pada Perempuan Korban Kekerasan dan Kejahatan di Kabupaten Jember
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Fauzia, Layla Efani
Subject
150 Psychology 
Datestamp
2019-10-26 03:41:49 
Abstract :
Pada prinsipnya perempuan sebagai korban kekerasan dan kejahatan perlu untuk segera mendapatkan pendampingan khususnya dari segi psikologis sebagai suatu kebutuhan yang sangat utama. Dampak kekerasan terhadap perempuan yang paling berat adalah beban psikologis. Oleh karena itu, jika beban psikologisnya telah pulih, maka korban akan dapat menerima pelayanan yang lain yang dapat memulihkan rasa percaya dirinya, sehingga dapat kembali hidup bermasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi yang digunakan 87 dari korban kekerasan berdasarkan laporan yang masuk ke program pendampingan di PPA Jember data tahun 2014/2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dilakukan melalui prosentase. Statistik deskriptif prosentase digunakan untuk mengetahui prosentase kebutuhan pendampingan pada perempuan korban kekerasan dan kejahatan. Berdasarkan hasil uji deskriptif kebutuhan pendampingan perempuan seluruh objek yang berjumlah 87 korban dapat diketahui korban dengan kebutuhan pendampingan tinggi yaitu 50 orang (57%) sedangkan korban yang memiliki kebutuhan pendampingan rendah yaitu 37 orang (43%). Adapun dilihat dari aspek-aspek kebutuhan pendampingannya antara lain aspek kebutuhan yang paling dominan dibutuhkan yaitu jaringan layanan terpadu 57 orang (65,5%), selanjutnya outreach pendampingan korban 48 orang (55%), aspek litigasi sebanyak 47 orang (54%) konseling rutin yaitu sebanyak 42 orang (48%), aspek shelter 42 orang (48%), yang terakhir aspek support group 32 orang (36,8%). 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember