Abstract :
Latar belakang penelitian ini diantaranya adalah karena berpikir reflektif merupakan kesadaran tentang apa yang diketahui dan apa yang dibutuhkan, hal ini sangat penting untuk menjembatani siswa dalam belajar. Salah satu komponen berpikir reflektif yaitu recall, yakni mendeskripsikan apa yang dialami, menafsirkan situasi berdasarkan ingatan atau pengalaman. Kompenen tersebut sama dengan proses menghafal Al-Qur?an. Salah satu faktor paling penting dalam proses menghafal Al-Qur?an adalah muroja?ah hafalan yang disebut juga pengingatan kembali (recalling). Sehingga adanya hubungan antara berpikir reflektif dengan menghafal Al-Qur?an.
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pola berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika berdasarkan kemampuan menghafal Al-Qur?an. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pola berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika berdasarkan kemampuan menghafal Al-Qur?an.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap pada tanggal 21-23 April 2021 di SMP Adh Dhuha Jember. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes tulis, tes lisan dan wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, kedua subjek memiliki kemampuan menghafal Al-Qur?an kategori yang ditinjau dari aspek kelancaran muroja?ah. Kemudian subjek 1 dan 2 dapat malalui tiga indikator yang terdiri dari reacting, elaborating dan contemplating. Sehingga subjek 1 dan 2 berada pada T3 yaitu subjek berada pada kategori reflektif .
Kesimpulan dari penelitian ini adalah siswa dengan kemampuan menghafal Al-Qur?an kategori tinggi dapat menyelesaikan masalah matematika pada materi Teorema Phytagoras dengan melalui indikator reacting, elaborating, dan contemplating.