Abstract :
Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos Kirinyuh Azolla dan pupuk P yang
tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas
Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan September 2015 sampai bulan November 2015 dengan
ketinggian 89 meter diatas permukaan laut. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial
(RAK) terdapat dua faktor, Faktor pertama adalah dosis kompos kirinyuh azolla terdiri dari F0: Kontrol, F1: 4,5
ton/ha (900 g/plot), F2: 9 ton/ha (1800 g/plot), F3: 13,5 ton/ha (2700 g/plot) faktor kedua dosis pupuk P yaitu P0:
Kontrol, P1: 50 kg/ha (10g/plot), P2: 100 kg/ha (20 g/plot). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Perlakuan
kompos kirinyuh azolla pada dosis 13,5 ton/ha (F3) memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan baik
pertumbuhan maupun produksi tanaman pare. Dosis pupuk P (SP-36) 100 kg/ha (P2) memberikan hasil terbaik
pada variabel pengamatan produksi tanaman pare. Pemberian kompos kirinyuh azolla tidak berpengaruh nyata
terhadap variabel pengamatan umur berbunga, panjang buah umur 45 hst dan 48 hst, tetapi sangat berpengaruh
nyata terhadap jumlah daun umur 7, 14 dan 21 hst, total berat buah, panjang buah umur 49 hst, 50 dan 51 hst, total
berat buah perplot, berat basah brangkasan dan berat kering brangkasan. Perlakuan dosis pupuk P berpengaruh
terhadap hasil variabel pengamatan total berat buah, panjang buah umur 45, 48, 49, 50 dan 51 hst, total berat buah
perplot , berat basah brangkasan dan berat kering brangkasan. Interaksi antara pemberian dosis kompos kirinyuh
azolla dan pupuk P (SP-36) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman pare, namun
berbeda sangat nyata pada produksi tanaman pare dengan variabel pengamatan berat basah brangkasan dan berat
kering brangkasan. Kombinasi perlakuan dosis kompos kirinyuh azolla 13,5 ton/ha dan Pupuk P (SP-36) 100
kg/ha (F3P2) merupakan kombinasi terbaik diantara kombinasi perlakuan lainnya.