Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Putri, Linda Mega
Subject
407 Education, Research & Related Topics
Datestamp
2021-07-26 03:25:12
Abstract :
ABSTRAK
Putri, Linda Mega (2021). Sarkasme dalam Novel Kami Bukan Jongos Berdasi Karya Jombang Santani Khairen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoenesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing: (1) Dr. Fitri Amilia, M.Pd. (2) Agus Milu Susetyo, M.Pd.
Kata kunci: propositonal sarcasm, lexical sarcasm. illocutionary sarcasm.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis sarkasme propositional, lexical, dan illocutionary sarcasm dalam novel Kami Bukan Jongos Berdasi karya Jombang Santani Khairen. Gaya bahasa sarkasme adalah suatu acuan yang lebih kasar di dalamnya mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Sarkasme diucapkan oleh seseorang apabila sedang dalam suasana marah dan kesal.Peneliti menemukan sarkasme yang sering dilontarkan seseorang tidak selalu menggunakan bahasa yang kasar, namun adakalanya ditemukan bentuk sarkasme yang diucapkan dengan kata-kata yang halus tapi kata-kata tersebut sangat menyakitkan bagi pendengar atau mitra tutur.
Permasalahan yang muncul dari latar belakang adalah bagaimana jenis gaya bahasa propositonal, lexical, dan illocutionary sarcasm dalam novel Kami Bukan Jongos Berdasi karya Jombang Santani Khairen.
Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa novel. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata, frasa dan kalimat yang tergolong jenis-jenis gaya bahasa sarkasme. Teknik mengumpulan data dapat dilakukan dengan mereduksi. Teknik analisis data menggunakan peneliti menggunakan metode padan yang alat penentunya di luar unsur bahasa. Sedangkan tekniknya menggunakan teknik refrensial.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat karakteristik dari jenis-jenis sarkasme. Pada propositonal sarcasm ditemukan karakteristik berupa celaan pada perilaku dan karya seseorang, sebutan pengganti nama seseorang, dan sindiran yang dijadikan sebagai sebutan pada keadaan seseorang sehingga menimbulkan sakit hati bagi yang mendengarnya. Karakteristik pada lexical sarcasm berupa membandingkan, melebih-lebihkan objek, dan tuturan menyindir dari kesombongan seseorang. Sedangkan pada illocutionary sarcasm terdapat karakteristik berupa sarkasme tindakan menyindir perilaku atau sikap seseorang karena selalu berperilaku kurang baik dan mencapai suatu tujuan.
Berdasarkan hasil tersebut, simpulan dalam penelitian ini adalah sarkasme dalam novel tersebut berfungsi untuk menyindir. Walaupun kata-kata yang dilontarkan terkesan sangat kasar dan berfungsi untuk menyindir. Namun, sarkasme tersebut digunakan untuk memperbaiki perilaku dan dalam karya sastra novel digunakan untuk lebih memunculkan nilai estetis agar pembaca dapat lebih tertarik, menjiwai serta memaknai cerita dalam novel