DETAIL DOCUMENT
Profil Miskonsepsi Materi Hereditas Manusia Menggunakan Four Tier Diganostic Test Pada Peserta Didik Kelas IX SMP di Kabupaten Jember
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Wicaksono, Kurniawan Pandu
Subject
407 Education, Research & Related Topics 
Datestamp
2021-07-28 16:42:53 
Abstract :
Miskonsepsi adalah sebuah kesalahan siswa dalam menafsirkan sebuah konsep yang diajarkan dalam proses pembelajaran sehingga konsep yang siswa terima tidak sesuai dengan konsep yang disepakati oleh para ilmuwan. Materi hereditas manusia kelas IX SMP termasuk kedalam materi yang sering terjadi miskonsepsi. Salah satu upaya untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi hereditas manusia kelas IX SMP menggunakan instrumen four tier diagnostic test. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat validitas dan daya beda instrumen four tier diagnostic test dalam mengidentifikasi miskonsepsi materi hereditas manusia kelas IX, dan bagaimana profil miskonsepsi materi hereditas manusia kelas IX SMP di Kabupaten Jember serta mengetahui sumber yang menyebabkan terjadinya miskonsepsi pada materi hereditas manusia kelas IX SMP di Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen four tier diagnostic sangat baik dalam menentukan miskonsepsi, dan mengetahui profil miskonsepsi materi hereditas manusia kelas IX SMP serta mengetahui sumber yang menyebabkan miskonsepsi materi hereditas manusia kelas IX SMP. Penelitian ini melibatkan 5 sekolah di Kabupaten Jember Pada penelitian ini melibatkan 200 siswa. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan rumus persentase miskonsepsi dan memasukkan kedalam kategori miskonsepsi. Berdasarkan analisis yang sudah dilakukan menggunakan rumus persentase miskonsepsi didapatkan hasil profil miskonsepsi sebesar 40,81%, tidak paham konsep sebesar 33,27%, dan paham konsep sebesar 25,90%. Sumber yang peling banyak menyebabkan terjadinya miskonsepsi adalah isi dan konteks buku yang sulit dipahami sebesar 88,50% serta media dan metode mengajar guru sebesar 77,90%. Upaya dalam mengurangi terjadi miskonsepsi dapat menggunakan model PDEODE dan Learning Cycle 7E. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember