Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Yudhita, Hardianti
Subject
613 Personal Health, Hygiene
Datestamp
2021-07-29 05:19:25
Abstract :
Pendahuluan: Periode masa nifas menjadikan krisis maturasi yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan psikologis yang mungkin disebabkan oleh situasi atau tahap perkembangan karena terjadi perubahan status dan peran. Post partum blues adalah salah satu bentuk gangguan perasaan akibat peyesuaian terhadap kelahiran bayi, yang muncul pada hari pertama sampai hari ke empat belas setelah proses persalinan, dengan gejala memuncak pada hari ke lima. Metode: Desain korelasi yang digunakan adalah pendekatan Cross Sectional dengan Variabel penelitian adalah ibu post partum primipara di wilayah kerja puskesmas nangkaan sebanyak 60 responden yang di ambil menggunakan teknik non probability sampling yaitu consecutive sampling. Penelitian ini di laksanakan pada Mei 2021, Intrumen penelitian yang di gunakan adalah kuesioner, teknik pengolahan data pada penelitian ini menggukan uji chi square P value 0.000 < 0.05 dengan tabel 2x2. Hasil penelitian di analisis dengan analisis bivariat dan univariat. Hasil: Berdasarkan analisis data, sebanyak 34 (56,7%) mengalami kejadian post patum blues, 26 (43,3%) tidak mengalami kejadian post partum blues, 41 (68%) mengalami interaksi ibu bayi kurang optimal, 19 (31,7%) memiliki inteaksi ibu bayi yang optimal. Hasil uji statistik hubungan kejadian post partum blues dengan interaksi ibu bayi pada ibu post partum primipara menggunakan chi square dengan ? = 0,05 didapatkan p value = 0,000 yang artinya H1 dan H2 diterima. Kesimpulan: penelitian ini menjelaskan bahwa ada hubungan kejadian post partum blues dengan interaksi ibu bayi pada ibu post partum primipara di Wilayah Kerja Puskesmas Nangkaan Bondowoso.