Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Faslah, Roni
Subject
613 Personal Health, Hygiene
Datestamp
2021-08-13 03:55:52
Abstract :
Latar Belakang : Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang dapat mengenai saluran pernapasan bawah dengan tanda dan gejala seperti batuk dan sesak napas.Hal ini diakibatkan oleh adanya infeksius seperti : virus, bakteri, mycoplasma (fungi), dan aspirasi substansi asing yang berupa eksudat (cairan) dan konsolidasi (bercak berawan) pada paru-paru (Khasanah, 2017).Pneumonia adalah penyakit infeksi akut yang mengenai jaringan (paru-paru) tepatnya di alveoli yang disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, maupun mikroorganisme lainnya (Kemenkes RI, 2019).
Menurut data Riskesdas 2018, prevalens pneumonia (berdasarkan pengakuan pernah di diagnosa oleh tenaga kesehatan dalam sebulan terakhir sebelum survei) pada bayi di indonesia adalah 0,76% dengan rentang antar provinsi sebesar 0-13,2%. Provensi tertinggi adalah Provinsi Papua (3,5%) dan Bengkulu (3,4%) Nusa Tenggara Timur (1,3%) sedangkan provinsi lainya di bawah 1%. Laporan profil kabupaten/ kota se-Provinsi Jawa Timur menemukan cakupan penemuan dan penanganan Pneumonia pada orang dewasa mengalami fluktuasi dari tahun 2015-2018. P ada tahun 2015 sebesar 7.048 kasus, berarti target yang tercapai hanya (19,2 %), selanjutnya pada tahun 2016 meningkat menjadi 45.928 kasus (26,42%) Tahun 2017 telah menjadi penurunan yang sekitar 50% yaitu menjadi sebesar 3.714 (13%), sedangkan pada tahun 2018 menjadi sebesar 3.757 (6,03%) berarti telah terjadi penemuan dan penanganan penderita pneumonia.
Metode :Dalam penelitian ini penulis menggunakan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi keperawatan. Dengan menggunakan metode deskriptif yaitu pemaparan kasus, untuk memecahkan masalah dari tahap pengkajian sampai pendokumentasian berdasarkan pendekatan proses keperawatan, menganalisisnya dan menarik kesimpulan.
Hasil : setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam diperoleh sesak pasien belum teratasi, pasien masih merasakan sesak dan ada tambahan suara weezing
Kesimpulan : sesak pada Ny.S belum teratasi, ada tambahan suara weezing, pasien pindah ruangan