Abstract :
Pembangunan kesehatan merupakan suatu investasi sumber daya manusia yang
dapat menentukan perkembangan suatu negara. Salah satu program yang
dilakukan oleh Indonesia dalam pembangunan kesehatan adalah Program Desa
Siaga. Program tersebut menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat dan
mulai dilaksanakan pada tahun 2006. Kabupaten Jember adalah salah satu
kabupaten yang melaksanakan Program Desa Siaga. Akan tetapi, hingga saat ini
masih banyak desa di Kabupaten Jember yang belum berstatus desa siaga aktif
dan pemerintah perlu mengoptimalkan program tersebut. Oleh sebab itu, terkait
dengan program tersebut, penelitian ini ingin mengetahui langkah kebijakan
pemerintah Kabupaten Jember, pelaksanaan program di Desa Randuagung dan
peran lembaga terkait. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, observasi, dan studio dokumenter. Metode analisis data yang
digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puskesmas
telah membuat perencanaan yang diawali dengan identifikasi masalah akan
tetapi tidak melakukan skala prioritas terhadap permasalahan tersebut. Program
desa siaga belum tercapai dengan baik, dikarenakan rendahnya kualitas
pelayanan kepada masyarakat desa. Peran Kepala Desa atau Lurah sangat
penting dalam menggerakkan Desa Siaga aktif ini