Abstract :
Pendahuluan: Bekam adalah metode pengobatan dengan menggunakan tabung atau gelas vakum yang ditelungkupkan pada permukaan kulit agar menimbulkan bendungan lokal. Pada bekam basah pembendungan dilanjutkan dengan pengeluaran darah. Bekam berperan dalam menstimulasi sirkulasi darah dan menyuplai nutrisi ke sel-sel beta di pankreas sehingga dapat mengendalikan produksi insulin. Terdapat banyak efek bekam terhadap diabetes dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap terjadinya penurunan kadar glukosa darah. Efek-efek yang dimaksud adalah bekam berperan menstimulasi sirkulasi darah dan suplai nutrisi ke sel-sel beta pankreas. Bekam juga mengendalikan produksi insulin (hipoinsulinisme) yang terjadi pada penderita diabetes tipe 1 maupun dalam kasus kelebihan insulin (hiperinsulinisme) sebagaimana yang terjadi pada penderita diabetes, bekam berperan meningkatkan sirkulasi darah di pankreas dan berpengaruh mengendalikan kadar insulin. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi perbedaan kadar gula darah pasien diabetes melitus yang dilakukan terapi bekam di klinik rawat inap dr. m. suherman universitas muhammadiyah jember. Metode: Desain penelitian Pra experimental dengan rancangan pretest-posttest without control. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang terdiagnosis diabetes melitus Tipe 2, besar sampel pada penelitian ini yaitu laki-laki 32 orang, pengambilan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling. Analisa data dengan uji Wilcoxon (? 0.05). Hasil: Hasil penelitian dari perbedaan kadar gula darah perlukaan pertama dan kedua diabetes mellitus yang dilakukan terapi bekam diperoleh ? value 0,001 yang artinya terdapat perbedaan hasil bekam perlukaan pertama dan kedua. Diskusi: Penderita diabetes mellitus disarankan melakukan terapi bekam 1 bulan sekali dan teratur dimana bekam sebagai pengobatan non farmakologi.