Abstract :
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan produksi pertanian yakni melalui mekanisasi pertanian. Penggunaan mekanisasi pertanian terus didorong melalui kelompok tani. Salah satunya, pada Kelompok Tani Sumber Rejeki di Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Tujuan penelitian untuk (1) mengetahui faktor pendorong, (2) faktor penghambat penerapan mekanisasi pertanian serta, (3) strategi meminimalisir dampak negatif penerapan mekanisasi pertanian terhadap buruh tani. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik yang dilakukan secara purposive method pada Kelompok Tani Sumber Rejeki. Sampling diambil 3 orang expert. Analisis data dengan metode deskriptif dan Analisis Medan Kekuatan (Force Field Analysis/FFA). Hasil menunjukkan bahwa: (1) faktor pendorong penerapan mekanisasi pertanian di Desa Sukorejo yakni: tenaga kerja semakin sulit diperoleh, proses produksi usahatani lebih cepat, lebih hemat biaya dibanding dengan penggunaan tenaga kerja, meningkatkan jumlah produksi, adanya dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, dan harga jual produk lebih tinggi dibanding tanpa mekanisasi, (2) faktor penghambat penerapan mekanisasi pertanian yakni: ketersediaan mesin terbatas, kondisi lahan yang tidak sesuai untuk penerapan mekanisasi, biaya perbaikan mesin yang mahal apabila ada kerusakan, dan adanya protes dari buruh tani, (3) strategi dalam meminimalisir dampak mekanisasi yakni: pemberdayaan buruh tani.