DETAIL DOCUMENT
Campur Kode Bahasa Madura dalam Bahasa Indonesia pada Tuturan Siswa Kelas III di SDN Slawu 02 Patrang
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Masturoh, Emi
Subject
400 Language 
Datestamp
2021-10-05 04:06:10 
Abstract :
Campur kode merupakan penggunaan dua bahasa sekaligus digunakan dalam proses komunikasi. Di mana terdapat wujud campur kode tataran kata, frasa, dan klausa. Fungsi campur kode yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah penggunaan campur kode bahasa Madura dengan Bahasa Indonesia yang bertujuan untuk melancarkan proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode. Permasalahan yang muncul dari latar belakang adalah Bagaimana wujud campur kode, fungsi, dan faktor penyebab campur kode bahasa Madura dalam bahasa Indonesia pada tuturan siswa kelas III di SDN Slawu 02 Patrang. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan wujud, fungsi, dan faktor penyebab campur kode bahasa Madura dalam bahasa Indonesia pada tuturan siswa kelas III di SDN Slawu 02 Patrang. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah tindak tutur siswa kelas III SDN Slawu 02 Patrang. Sumber data yang digunakan adalah guru, siswa, dan orang tua. Tempat dan waktu penelitian di SDN Slawu 02 Patrang, dan waktu penelitian dilakukan pada awal bulan oktober hingga selesai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode cakap dan metode simak. Instrument pengumpulan data berupa lembar observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Teknik pengujian kesahihan data berupa teknik perpanjangan pengamatan dan meningkatkan ketekunan. Hasil dari penelitian ini adalah campur kode berwujud kata berupa kata kerja dan kata ganti. Data frasa berupa frasa adjektiva, endosentris, nomina modifikatif. Data klausa berupa klausa bebas dan klausa terikat. Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya campur kode yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal penggunaan campur kode adalah dari minat belajar siswa sendiri yang rendah terhadap bahasa Indonesia. Sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan orang tua yang kurang mendukung penggunaan bahasa Indonesia saat situasi informal. Berdasarkan hasil tersebut, simpulan dari penelitian ini adalah terdapat wujud campur kode tataran kata, frasa, dan klausa. Di mana wujud campur kode pada ketiga tataran tersebut mengalami proses campur kode. Fungsi penggunaan campur kode pada saat pembelajaran yaitu untuk menghormati lawan tutur dan untuk kebutuhan leksikal. Faktor yang menyebabkan penggunaan campur kode di SDN Slawu 02 Patrang yaitu faktor internal dan faktor eksternal. di mana faktor internal berasal dalam diri siswa, sedangkan faktor eksernal berasal dari lingkungan siswa yaitu keluarga dan teman bermain. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember