Abstract :
Keterbelakangan mental adalah suatu kondisi di mana tingkat kecerdasan seseorang berkisar dari di bawah rata-rata atau kurangnya kemampuan mental dan keterampilan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kemampuan bahasa dan keterampilan sosial anak-anak pada simbol surat pengantar dan kata-kata secara keseluruhan di SLB-C TPA Jember. Metode penelitian ini adalah desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 68 siswa SLB-C TPA Jember diambil secara acak. Data dikumpulkan oleh kuesioner dan dianalisis oleh distribusi frekuensi univariat, tes peringkat Spearman bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas usia responden adalah usia 9-16 tahun sejumlah 47 (69,1%), tingkat pendidikan dasar dan menengah hingga 25 orang (36,8%), kemampuan berbicara cukup banyak kategori responden dengan 52 orang (76, 5%) dan kemampuan untuk mensosialisasikan responden cukup banyak 62 orang (91,2%). Ada hubungan antara kemampuan berbicara dengan keterampilan sosialisasi anak keterbelakangan mental ringan di TPA SLB-C Jember dengan arah positif dengan kekuatan di kategori menengah. Sehingga hipotesis ini diterima dan terbukti secara statistik. SLB-C menyarankan kepada TPA Jember untuk menetapkan target pencapaian keberhasilan terkait pengembangan sosialisasi.