Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) terhadap serangan hama ulat grayak dan terhadap hasil tanaman sawi.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan masing ? masing diulang sebanyak empat kali. Faktor konsentrasi ekstrak daun bintaro (P) terdiri dari 8 taraf yaitu: P0 = 0% ekstrak daun bintaro, P1 = Pestisida kimia Besvidor, P2 = 5% ekstrak daun bintaro, P3 = 10% ekstrak daun bintaro, P4 = 15% ekstrak daun bintaro, P5 = 20% ekstrak daun bintaro, P6 = 25% ekstrak daun bintaro, P7 = 30% ekstrak daun bintaro.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan pemberian konsentrasi ekstrak daun bintaro sebagai pestisida nabati terhadap serangan hama ulat grayak berpengaruh berbeda tidak nyata terhadap variabel intensitas serangan 21 HST, namun berpengaruh nyata pada pada variabel intensitas serangan 31 HST dan lama kematian hama, dan berpengaruh sangat nyata pada variabel intensitas serangan 41 HST. Pemberian konsentrasi ekstrak daun bintaro sebagai pestisida nabati terhadap hasil tanaman sawi berpengaruh sangat nyata pada variabel pengamatan jumlah daun, tinggi tanaman, bobot segar total dan bobot segar layak jual. Perlakuan P6 (25%) merupakan perlakuan terbaik pada setiap variabel pengamatan.