Abstract :
Abstrak
Pendahuluan: Dalam situasi wabah pandemi Covid-19 ini, perawat dituntut mampu memberikan asuhan keperawatan dengan memberikan pelayanan terbaik mereka. Adanya self-efficacy atau efikasi diri dalam diri individu dapat membantu perawat meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini berpengaruh terhadap perilaku yang akan dilakukannya serta mendorongnya untuk mengambil suatu tindakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan mekanisme koping perawat ruang isolasi Covid ? 19 Rumah Sakit Paru Jember.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat ruang isolasi covid (RIK 1, RIK 2) dan ICU covid ? 19. Sampel yang diambil sebanyak 32 responden. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner, Analisa data menggunakan uji spearman rho (alpha = 0,05).
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri perawat ruang isolasi Covid ? 19 sebagian besar memiliki efikasi diri tinggi sebanyak 21 respondent (65,6%) dan mekanisme koping adaptif perawat ruang isolasi Covid - 19, sebanyak 18 respondet (56,25%). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan efikasi diri dengan mekanisme koping perawat ruang isolasi Covid ? 19 (p value = 0,016).
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri maka semakin adaptif pula mekanisme koping perawat. Disarankan untuk perawat ruang isolasi covid?19 untuk mempertahankan dan meningkatkan efikasi diri perawat sehingga mekanisme koping yang adaptif akan lebih baik dan begitu pula akan berdampak pada pelayanan keperawatan yang di berikan.
Kata kunci: Efikasi diri; Mekanisme Koping; Ruang Isolasi Covid ? 19