DETAIL DOCUMENT
Campur Kode dalam Film Mantan Manten Karya Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Puspa, Aurelie Arda Faradhi
Subject
410 Linguistics 
Datestamp
2022-01-31 01:35:35 
Abstract :
Bahasa merupakan satu alat komunikasi yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Bahasa juga dapat didefinisikan sebagai komunikasi antar makhluk, yang dirincikan dengan penggunaan simbol-simbol lisan atau tertulis secara acak (arbitrer). Peritiwa campur kode bisa terjadi dalam percakapan lisan, juga dapat terjadi dalam percakapan atau dialog antartokoh dalam novel atau karya sastra lainnya. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan film Mantan Manten Karya Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf untuk mendapatkan data campur kode. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) apa saja jenis campur kode yang terdapat dalam film Mantan Manten Karya Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf, dan 2) apa saja faktor penyebab campur kode yang terdapat dalam film Mantan Manten Karya Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf. Berdasarkan masalah tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan jenis campur kode dalam film Mantan Manten Karya Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf, dan (2) mengetahui faktor penyebab campur kode dalam film Mantan Manten Karya Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini berupa film Mantan Manten Karya Farishad Latjuba dan Jenny Jusuf. Data penelitian ini berupa tuturan atau dialog yang mengandung campur kode. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti selaku instrument utama, dibantu instrumen pendukung berupa tabel pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan. Teknik pengujian keabsahan data yang digunakan oleh peneliti yaitu meningkatkan ketekunan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, peneliti menemukan jenis campur kode, yaitu (1) campur kode ke dalam menggunakan bahasa daerah dan (2) campur kode keluar menggunakan bahasa asing. Kedua, peneliti menemukan faktor penyebab campur kode yang dapat diklasifikasikan mejadi dua yaitu (1) dari segi penutur dan (2) dari segi kebahasaan. Faktor segi penutur terjadi disebabkan penutur menggunakan bahasa Ibu bahasa Jawa, karena penutur mempunyai latar belakang tinggal dan besar di daerah Jawa Tengah. Faktor kebahasaan meliputi (1) keterbatasan penggunaan kode, karena tidak mengerti padanan kata dan frasa, (2) penggunaan istilah yang lebih popular, dinilai memiliki padanan yang lebih dipahami oleh lawan tutur, (3) pembicara dan pribadi pembicara, karena memiliki maksud dan tujuan tertentu, dan (4) fungsi dan tujuan, memiliki fungsi untuk ungkapan yang berhubungan dengan tujuan tertentu. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember