DETAIL DOCUMENT
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN PURING (Codiaeum variegatum) TERHADAP BEBERAPA ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI DAN MACAM KOMPOSISI MEDIA
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Sahroni, Ahmat Rizki Junaedi
Subject
582 Plants Noted for Characteristics & Flowers 
Datestamp
2022-02-14 06:44:03 
Abstract :
Tanaman puring banyak dinikmati sebagai tanaman hias karena memiliki keindahan warna daun, dan bentuk yang beranekaragam. Selain memiliki keindahan warna dan bentuk yang beragam puring juga memiliki manfaat kesehatan, dan mampu menyerap polutan berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stek tanaman puring pada beberapa zat pengatur tumbuh alami dan macam komposisi media. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan juni di Dusun Karuk Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember, dengan ketinggian tempat ± 45 mdpl. Rancangan yang digunakan RAK faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan meliputi : faktor pertama ZPT alami (T) yaitu T0 (tanpa ZPT), T1 (ekstrak daun kelor 30%), T2 (ekstrak taoge kacang hijau 60%), dan T3 (ekstrak bawang merah 75%), sedangkan faktor kedua komposisi media (M) terdiri dari M0 (tanah), M1 (tanah + arang sekam 1 : 1), M2 (tanah + cocopeat 1 : 1), M3 (tanah + kompos daun bambu 1 : 1). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan T berpengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase stek bertunas berakar, total persentase stek bertunas tak berakar, panjang tunas 4, 6 dan 8 mst, panjang akar, jumlah akar dan volume akar. Serta berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas 6 mst, sedangkan terhadap persentase stek hidup, persentase stek bertunas, dan jumlah tunas 4 dan 8 mst berpengaruh tidak nyata. Perlakuan M berpengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase stek bertunas berakar dan tak berakar, jumlah akar, dan volume akar, serta berpengaruh nyata terhadap panjang tunas umur 4 mst, jumlah tunas 6 dan 8 mst dan panjang akar, sedangkan terhadap persentase stek hidup, persentase stek bertunas, panjang tunas 6 dan 8 mst, dan jumlah tunas 4 mst berpengaruh tidak nyata. Adapun interaksi antara T×M berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, kecuali persentase stek bertunas berakar dan tak berakar berbeda sangat nyata. Secara keseluruhan zat pengatur tumbuh alami ekstrak daun kelor (T1) dan komposisi media tanah + arang sekam (M1) menunjukkan yang terbaik. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember