Abstract :
Kucing adalah hewan terpopuler di seluruh dunia dan mempunyai banyak penggemar. Dari data yang didapat, kucing memiliki jumlah terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Seorang dokter hewan tidak selalu punya sedikit pasien, sehingga pemilik sulit berkonsultasi. Terkadang pemilik melakukan penanganan tanpa pergi ke dokter, sehingga banyak cara penanganan yang salah. Maka perlunya sebuah sistem yang bisa menolong pemilik berkonsultasi dalam mendiagnosis penyakit pada kucing yaitu sistem pakar. Sistem pakar ini memakai metode Forward Chaining karena penalaran nya dari penelusuran fakta untuk menguji dugaan agar mendapatkan kesimpulan. Untuk mengasumsikan nilai drajat kepastian memakai metode Certainty Factor karena saat perhitungan cuma bisa memproses 2 data saja sehingga ketepatan pengolahan jadi konsisten. Metode Technology Acceptance Model juga dipakai guna mengetahui penerimaan user terhadap sistem. Jadi penggunaan metode Forward Chaining dan Certainty Factor bisa diterapkan dalam pembangunan sistem pakar, hal ini diketahui dari 25 contoh kasus yang diujikan dan menghasilkan nilai akurasi sebesar 96%. Pengujian metode Technology Acceptance Model juga menyimpulkan bahwa responden setuju dengan adanya sistem pakar diagnosis penyakit pada kucing.
Kata Kunci: Kucing, Forward Chaining, Certainty Factor, Technology Acceptance Model.