DETAIL DOCUMENT
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Dewi, YUNDA DEWI SEPTIANI ARI SANDI
Subject
657 Accounting 
Datestamp
2022-03-24 07:38:11 
Abstract :
Pasar modal merupakan penghubung antara investor (pihak yang memiliki dana) dengan perusahaan (pihak yang memerlukan dana jangka panjang) ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang, seperti surat berharga yang meliputi surat pengakuan utang, surat berharga komersial (commercial paper), saham, obligasi, tanda bukti hutang, waran (warrant), right issue dan berbagai produk turunan (derivatif) seperti opsi (put atau call). Pasar modal juga merupakan salah satu cara bagi perusahaan dalam mencaridana dengan menjual hak kepemilikan perusahaan kepada masyarakat. Dalam investasi tidak ada yang gratis, tidak ada potensi return besar yang tidak diikuti oleh risiko besar. Banyak teori investasi yang mengatakan bahwa high risk high return, dimana setiap investasi yang menghasilkan pengembalian investasi yang tinggi juga akan disertai dengan berbagai risiko yang tinggi juga. Resiko terdiri dari bermacam-macam sebab, antara lain adalah resiko suku bunga, resiko pasar, resiko inflasi, resiko bisnis, resiko finansial, resiko likuiditas, resiko nilai tukar mata uang. Adapun resiko dibagi manjadi jenis resiko, yaitu resiko umum (general risk) yang merupakan resiko yang berkaitan dengan perubahan yang terjadi di pasar secara keseluruhan serta resiko spesifik (resiko perusahaan) adalah resiko yang tidak berkaitan dengan perubahan pasar secara keseluruhan. Inflasi merupakan suatu gejala yang menunjukkan harga-harga mengalami kenaikan secara umum. Atau secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Inflasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan menurunnya nilai investasi. Inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return Saham, hal ini dibuktikan dengan tingkat signifkansi sebesar 0,542 yang lebih besar dari 0,05. Variabel NPM juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return Saham, hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,423 yang lebih besar dari 0,05. Variabel ROA juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Return Saham, hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,581 yang lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat variabel independen dalam penelitian ini yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependennya. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember