Abstract :
Persimpangan adalah suatu daerah dimana dua atau lebih ruas jalan
bergabung, berpotongan atau bersilangan dimana terjadi konflik lalu lintas.
Simpang Mayang merupakan simpang dengan tiga lengan yaitu Jl. Nasional III, Jl.
Kertanegara. Merupakan simpang dengan arus lalu lintas yang kompleks dan
memiliki pertumbuhan lalu lintas yang cukup tinggi serta menimbulkan kemacetan.
Pada dasarnya permasalahan simpang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif
bagi pengendara maupun masyarakat. Berdasarkan geometri simpang dan tidak
adanya rambu lalu lintas menyebabkan kendaraan saling mendahului. Masalah ini
dirasakan terutama pada jam-jam sibuk, yaitu antara 06.15-07.15 wib. Melihat
permasalahan yang terjadi, maka perlu dilakukan analisis kinerja pada
permasalahan tersebut. Kondisi lalu lintas rendah di Mayang diperoleh derajat
kejenuhan (DJ) sebesar 0,3935 yang merupakan tingkat pelayanan B. tundaan yang
terjadi adalah 21,5976 detik/skr dan probabilitas antrian sebesar 7,3876%-
18,3931% dengan panjang antrian 13 meter dan untuk tahun berikutnya simpang
tiga Mayang dengan laju pertumbuhan naik 5% derajat kejenuhan diperoleh sebesar
1,97 yaitu Tingkat pelayanan F, tundaan 21,8284 s/c, dan probabilitas antrian
adalah 17,84%-42,94% dengan antrian 23 m. alternatif penataan pertama untuk 5
tahun ke depan di Mayang adalah dengan menganalisis hambatan samping,
sehingga derajat kejenuhan simpang menjadi 0,99 tingkat pelayanan E, sedangkan
alternatif kedua adalah penerapan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) selama 3
fase dengan waktu siklus 12 detik untuk rata-rata tundaan simpang datar menjadi
11,68 detik/skr termasuk level service B.
Kata Kunci :Simpang, Derajat Kejenuhan.