Abstract :
Baja merupakan suatu logam yang banyak digunakan sebagai komponen utama dalam suatu industri dan konstruksi. Salah satu baja yang dikenal dengan baja karbon sedang yaitu baja AISI 1045 digunakan sebagai komponen otomotif seperti poros, roda gigi, axles dan rails. Saat proses pembuatan komponen otomotif tidak terlepas dari proses penyambungan logam (pengelasan) itu sendiri. Pada proses pengelasan, karakteristik baja dapat diubah dengan salah satu perlakuan yang dinamakan quenching. Pada penelitian ini baja AISI 1045 yang di las menggunakan las TIG akan di beri perlakuan quenching dengan media pendingin air garam dengan perbandingan yang di variasi. Hasil dari uji kekuatan tarik tertinggi terdapat pada perbandingan 1 ? air : 1 Kg garam degan nilai 317,8 N/mm2, sedangkan kekuatan tarik terendah terdapat pada perbandingan 1 ? air : 3 Kg garam dengan nilai 189,4 N/mm2. Untuk hasil uji struktur mikro sendiri terdapat perbedaan ukuran butir yang terbentuk pada setiap spesimen uji.
Kata kunci: Baja AISI 1045, Pengelasan TIG, Pengujian Tarik, Mikrografi.