DETAIL DOCUMENT
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI BBLR (BERAT BADAN LAHIR RENDAH) DI RUANG PERINATOLOGI RSD dr. SOEBANDI JEMBER
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Putri, Sherly Silviany Ardiyanti
Subject
610 Medicine and Health 
Datestamp
2022-07-25 06:05:53 
Abstract :
ABSTRAK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN Karya Ilmiah Akhir, Juli 2022 Sherly Silviany Ardiyanti Putri Asuhan Keperawatan pada Bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) di Ruang Perinatologi RSD dr. Soebandi Jember V+ 110 hal + 6 tabel + 6 Lampiran Latar belakang : Bayi dengan BBLR cenderung tidak mengalami kematangan fisik dengan sempurna dan imunitas yang dimiliki masih sangat buruk, sehingga umumnya bayi BBLR akan kesulitan untuk mempertahnkan suhu tubuh normal. Hal ini disebabkan karena subkutan lemak masih sangat tipis, hipotalamus masih belum matang, luas permukaan serta berat badan tidak memiliki rasio yang sesuai dan bayi tidak memiliki kemampuan menginggil. Sehingga, langkah utama yang harus dilakukan pada bayi dengan kondisi BBLR adalah dengan menjaga suhu tubuh agar tetap noraml, Salah satu tindakan yang bisa diberikan untuk bayi BBLR yakniperawatan metode Kangaroo Mother Care (KMC). Tujuan : Melakukan tindakan asuhan keperawatan pada bayi dengan BBLR dengan risiko termoregulasi tidak efektif di Ruang Perin RSD dr. Soebandi Jember. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus untuk mengeksplorasi masalah Asuhan Keperawatan pada Bayi Ny. E dengan BBLR di Ruang Perin RSD dr. Soebandi Jember. Pembahasan : Pada penelitian ini diambil diagnosa risiko termoregulasi tidak efektif berhubungan dengan berat badan ekstrim ditandai dengan BBS : 1740 gr, telah dilakukan perawatan berupa memasukkan bayi ke dalam infarm warmer dengan suhu yang telah disesuakan dengan kondisi bayi, namun untuk pemberian nutrisi pada bayi masih belum bisa diberikan dengan optimal, karena bayi masih dalam tahapan percobaan minum susu. Pada ibu dengaan bayi BBLR diberikan edukasi berupa perawatan KMC (Kangaroo Mother Care) dengan tujuan ibu mampu memberikan kehangatan pada bayi dengan melakukan skin to skin secara langsung pada bayi. Hasil : Hasil dari mengajarkan ibu untuk melakukan KMC di rumah ialah ibu memahami cara melakukan KMC dengan benar. Hal ini bisa dilihat dari ibu yang mampu memberikan feedback berupa pertanyaan kepada mahasiswa dan telah mampu mempraktekan dengaan benar. Kesimpulan : Setelah dilakukan pengamatan dan melaksanakan asuhan keperawatan pada bayi Ny. E dengan BBLR, maka dapat diambil kesimpulan bahwa memberikan edukasi pada ibu dengan bayi BBLR dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara merawat bayi dengan BBLR agar mampu memiliki suhu tubuh yang normal. Kata Kunci : Bayi BBLR, KMC Kangaroo Mother Care (KMC), edukasi 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember