Abstract :
Latar belakang: Penyakit hipertensi atau the silent killer/disease yang menjadi
penyebab utama kematian akibat penyakit kardiovaksuler tertinggi diindonesia.
Tekanan darah 140/90 mmhg didasarkan pada dua fase dalam setiap denyut
jantung yaitu fase sistolik 140 menunjukkan fase darah yang sedang dipompa oleh
jantung dan fase diastolik 90 menunjukkan fase darah yang kembali ke jantung.
Penyakit hipertensi dapat dikontrol serta dicegah dengan cara mengurangi tabiat
berisiko terapi secara farmakologi maupun non farmakologi. Terapi farmakologi
ini dengan menggunakan obat anti hipertensi, dan terapi non farmakologi dapat
dilakukan berbagai upaya salah satunya dengan menggunakan ramuan dari
seledri. Metode: Metode penelitian ini menggunakan data kualitatif. Waktu
penelitian dilakukan selama satu minggu mulai tanggal 25 oktober sampai dengan
selesai. Hasil: Pada tanggal 27 oktober 2021 setelah dilakukan intervensi Tn.
Mengatakan sudah mulai paham terkait penyakit hipertensi. keluarga serta Tn. A
sangat antusias dalam proses pemberian sedikit infoemasi penyakit hipertensi
serta demonstasi cara pembuatan air rebusan daun seledri. Sebelum dilakukan
pemberian air rebusan perlu diperhatikan bahwa hal wajib dalam prosedur adalah
mengukur tekanan darah Tn. A dan didapatkan tekanan darah sebelum intervensi
150/90 mmHg dan setelah intervensi pada hari kedua, ketiga didapatkan data
tekanan darah 150/70 dan 125/90 mmHg. Simpulan: keluarga Tn. A telah
menjalankan peran sebagai keluarga dengan cukup baik selama ini meliputi
mampu mengenali masalah kesehatan anggota keluarganya, mengambil keputusan
untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga dengan cara memberikan
dukungan secara moral dan finansial yang mana sakit hipertensi ini membutuhkan
rawatan dirumah yang lama serta tekanan darah menurun dengan pemberian air
rebusan seledri selama 3 kali.
Kata Kunci: Asuhan Keperawatan Keluarga, Hipertensi, Rebusan daun seledri