Abstract :
Budaya pantang makan merupakan suatu kebiasaan atau keyakinan masyarakat yang melarang ibu hamil untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Ibu cenderung tidak mengkonsumsi ikan laut, udang dan telur sehingga dapat menyebabkan ibu hamil mengalami kekurangan gizi yang meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan menggunakan pendekatan cross sectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis adanya Hubungan Praktik Budaya Pantang Makan Pada Saat Hamil Dengan Kejadian Preeklamsia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamanan Kabupaten Bondowoso. Populasi penelitian berjumlah 134 ibu hamil dengan jumlah sampel 100 ibu hamil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang melakukan praktik budaya pantang makan sebanyak 34 responden dan yang tidak melakukan praktik budaya pantang makan sebanyak 66 ibu hamil. Untuk kejadian preeklamsia ibu hamil yang mengalami preeklamsia sebanyak 19 responden dan yang tidak mengalami preeklamsia sebanyak 81 responden. Hasil uji analisis Spearman Rho terdapat hubungan signifikan antara praktik budaya pantang makan pada saat hamil dengan kejadian preeklamsia dengan p value 0,00 dengan nilai r 0,621 yang artinya H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya pantang makan dapat mempengaruhi pola konsumsi makanan harian ibu hamil yang menyebabkan gizi ibu hamil tidak terpenuhi sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklamsia.