Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Pranesti, Afiga Risma Winda
Subject
577 Ecology
Datestamp
2022-07-28 07:00:20
Abstract :
Masyarakat Desa Curah Takir menggunakan cara-cara tradisional secara turun-temurun dalam penganggulangan hama dan gulma. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis hama dan gulma, cara penanggulangan, kearifan lokal petani dalam penanggulangan hama dan gulma, dan juga potensi hasil penelitian sebagai sumber belajar biologi SMA/MA.
Lokasi dan Waktu Penelitian di Desa Curah Takir Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember pada bulan Maret-April 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh adalah data primer dan data sekunder. Informan yang digunakan terdiri dari informan primer utama dan rekomendasi yang ditentukan dengan menggunakan Purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Pengujian keabsahan data melalui Cross-referenced information, Repeated information, dan triangulasi. Pengembangan sumber belajar biologi menggunakan modifikasi model ADDIE dan dilakukan uji validasi kelayakan oleh ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa.
Jenis Hama dan gulma di pertanian Desa Curah Takir ini terdapat 8 spesies hama dan 15 spesies gulma. Jenis yang paling banyak ditemui untuk hama adalah kelompok serangga (insecta), sedangkan untuk gulma adalah kelompok dicotyledonae dan gulma berdaun lebar. Penanggulangan hama menggunakan cara tradisional dan pestisida kimia. Cara tradisional yang digunakan meliputi pestisida nabati dari tumbuhan tuba (Derris elliptica) dan teknik tradisional (umpan daun papaya, benda-benda mengilap, dan perangkap aroma menyengat yaitu terasi). Penanggulangan gulma menggunakan cara penyiangan dan membuat racun alami. Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Desa Curah Takir yaitu kepercayaan (memberikan sesaji), pengetahuan dan praktik (penggunaan pestisida nabati dari tumbuhan tuba, pemanfaatan tanaman genjer sebagai sayuran, serta pemanfaatan rumput grinting, rumput kerbau, dan rumput mutiara sebagai pakan ternak). Hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi berupa E-book materi ekosistem yaitu interaksi antar komponen ekosistem berupa parasitisme (Belalang, Keong emas, dan Walang Sangit) serta amensalisme (Ciplukan, Genjer, dan Meniran). Hasil uji validasi yang dilakukan oleh validator materi, validator media, dan validator bahasa memiliki rata-rata persentase 91% dan dikategorikan ?Sangat Baik, tidak perlu direvisi? yang berpotensi sebagai media penunjang materi ekosistem kelas X SMA/MA bertujuan untuk memudahkan proses belajar siswa.