Abstract :
Majas sindiran merupakan gaya bahasa yang berbentuk sindiran terhadap seseorang dalam bentuk tulisan maupun lisan yang di pakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran dari pengarang. Majas sindiran terbagi menjadi lima yaitu majas sindiran ironi, majas sindiran sarkasme, majas sindiran sinisme, majas sindiran antifrasis dan majas sindiran inuendo. Namun majas sindiran yang ditulis siswa adalah majas sindiran ironi, sarkasme dan antifrasis. Masing-masing majas sindiran yang ditulis pada teks drama harus disesuaikan dengan ciri majas sindiran yang terdapat pada teori. Ciri kesesuaian majas sindiran ironi yaitu majas yang terdapat dua kata yang maknanya berbeda dan bersifat halus tetapi maknanya kasar. Majas sindiran sarkasme berupa sindiran yang kasar dan maknanya pun kasar, sedangkan majas sindiran antifrasis merupakan majas sindiran yang bersifat halus yang maknanya kasar namun maksud perkataan yang diucapkan tidak disampaikan di akhir kalimat. Berdasarkan hasil penelitian yang dianalisis dari data siswa , majas sindiran yang ditulis siswa pada teks drama sudah sesuai dengan ciri majas sindiran yang terdapat pada teori.