Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengkaji Dinas Dinas
Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana
menggerakkan kampanye ini untuk meminimalisir terjadinya kasus kekerasan
terhadap perempuan, dan memberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya
bentuk-bentuk kekerasan. Pada Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan ini merupakan
kampanye untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap
perempuan di seluruh dunia. Unit Pelaksana Teknis Dinas Perlindungan
Perempuan dan Anak ikut turun dalam mensosialisasikan di berbagai daerah di
Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran
DP3AKB terhadap kampanye serta hambatan apa saja yang dialami ketika
kegiatan berlangsung. Teori utama dalam penelitian ini menggunakan model
komunikasi linear milik Shannon dan Weaver. Metode pada penelitian ini
menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini diketahui bahwa
banyak masyarat yang masih takut untuk speak up, malu untuk melapor dengan
apa yang mereka alami. Oleh karena itu, sebagai lembaga pemerintah untuk
memberikan edukasi serta pelatihan bagi ribuan perempuan di Kabupaten Jember.
Hasil dari penelitian ini adalah peran dinas dalam kampanye sangat penting untuk
meminimalisir banyaknya korban kekerasan, dengan banyaknya sosialisasi serta
penyuluhan yang dilakukan semakin banyak masyarakat yang sadar untuk
melapor.