Abstract :
Hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin kerja insulin atau keduanya penyakit DM tipe 2 dapat disembuhkan melainkan dapat dikendalikan dengan pengontrolan glukosa darah penderita DM tipe 2 mengalami gejala klinis dan psikis yang mengakibatkan gangguan tidur terjadinya gangguan diabetes melitus atau DM merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik tidur akan terdampak pada meningkatnya frekuensi terbangun dan sulit tertidur kembali ketidakpuasan tidur ini yang akhirnya mengakibatkan penurunan kualitas tidur tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 di RSD Kalisat desain penelitian ini adalah populasi sectional study disign. Penelitian ini adalah semua penderita DM tipe 2 yang dirawat di RSJ Kalisat yang berjumlah 67 orang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang yang diambil dengan teknik sampel random sampling kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien yang dirawat di RSD Kalisat dan pasien yang menderita DM tipe 2 uji statistik yang digunakan adalah si square hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden adalah memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 25 orang 61,0% sebagian besar responden adalah kadar glukosa darah sewaktu normal yakni sebanyak 21 orang 51,2% dan dan terdapat hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah di RSD Kalisat dengan nilai p = 0,011 < 0,05. Simpulan penelitian adalah hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah. Saran bagi perawat supaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai perawatan pasien DM melalui pelatihan seminar serta membimbing pasien DM untuk mendapatkan pola tidur yang baik.p