Abstract :
Abstrak
Latar Belakang: Skala nyeri biasanya digunakan pada penyakit yang
kronis, atau akut, contohnya pada penyakit vertigo. Vertigo adalah salah
satu penyakit yang paling umum dan mempengaruhi kebanyakan orang.
Sensasi yang tidak biasa diprediksi dengan pasien atau gerakan ke
sekitarnya. Manuever epley adalah rehabilitasi vestibular sebagai terapi
latihan mandiri di rumah untuk pasien BPPV (Benign Paroxysmal Positional
Vertigo) menggunakan sistem sensorik terintegrasi. Berhubungan dengan
puskesmas muncar dikarenakan kebanyakan penyakit vertigo atau keluhan
kepala lainnya terdapat pada puskesmas ini. Tujuan : Mengidentifikasi
Pengaruh Manuever Epley terhadap Skala Nyeri Pada Pasien Vertigo di
Wilayah Kerja Puskesmas Tembokrejo-Muncar. Metode : Desain penelitian
ini menggunakan pra eksperimen dengan rancangan one group pretest
posttest. jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang di
Puskesmas Tembokrejo-Muncar. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa sebelum dilakukan pengukuran skala nyeri dengan tindakan
Maneuver Epley yaitu 2,17% dan sesudah diberi tindakan Maneuver Epley
yaitu 1,22% dari 35 sampel untuk tindakan pertama. Hasil penelitian diatas
menunjukan bahwa sebelum dilakukan pengukuran skala nyeri 2,17% dari
35 responden sedangkan sesudah diberi tindakan hasilnya yaitu 1,14% dari
responden untuk tindakan kedua. Dan diperoleh p-value sebanyak 0,001
p<0,005 artinya Terdapat perbedaan pengukuran skala nyeri sebelum dan
sesudah manuever epley pada pasien vertigo. Penelitian ini menggunakan uji
paired sample t-test. Simpulan : Data menunjukkan bahwa nilai p=0,000
dimana p< 0,05 yang bearti Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa tindakan manuever epley ini berpengaruh penting
terhadap peningkatan aktivitas fungsional pada pasien vertigo sebelum dan
sesudah intervensi.
Kata kunci : Vertigo, Skala Nyeri, Manuver Epley