DETAIL DOCUMENT
“Respons Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Putih (Brassica chinensis L.) Terhadap Pemberian Kompos Azolla Dan Pupuk NPKAnorganik Dengan Sistem Irigasi Tetes
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
Azhar, Advance meillennia
Subject
635 Garden Crops, Horticulture, Vegetables 
Datestamp
2022-08-16 08:04:38 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1). Untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi sawi putih (Brassica chinensis L.) terhadap pemberian kompos azolla dan dosis terbaik dengan sistem irigasi tetes 2). Untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi sawi putih (Brassica chinensis L.) terhadap pemberian pupuk NPK anorganik dan dosis terbaik dengan sistem irigasi tetes 3). Untuk mengetahui interaksi antara pemberian kompos azolla dan pupuk NPK anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi sawi putih (Brassica chinensis L.) dengan sistem irigasi tetes Penelitian ini menggunakan Rancangan Percobaan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Dua faktor tersebut yaitu pemberian kompos azolla (A) dalam 4 taraf, yaitu A0 = 0 gram per tanaman, A1 = 44 gram per tanaman, A2 = 64 gram per tanaman, A3 = 84 gram per tanaman dan pupuk NPK anorganik (B) dalam 4 taraf, yaitu: B0 = 0 gram per tanaman, B1 = 4 gram per tanaman, B2 = 8 gram per tanaman, dan B3 = 12 gram per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian kompos azolla dan pupuk NPK anorganik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi putih dan perlakuan pemberian kompos 64 gram per tanaman merupakan perlakuan terbaik. Perlakuan dosis pupuk NPK anorganik memberikan pengaruh sangat nyata terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi sawi putih (Brassica chinensis L.). Perlakuan pemberian NPK anorganik dengan dosis 12 gram per tanaman merupakan perlakuan terbaik. Interaksi antara perlakuan Dosis kompos azolla dan Dosis pupuk NPK anorganik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi sawi putih (Brassica chinensis L.) yaitu pada variabel pengamatan tinggi tanaman 28 hst dan panjang akar per sampel, serta berpengaruh sangat nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman 21 hst dan berat akar per sampel. Interaksi perlakuan A2B3 menunjukkan interaksi perlakuan terbaik. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember