Abstract :
Pendahuluan: Salah satu pendorong terbesar tingginya jumlah kesakitan dan kematian di Indonesia adalah preeklampsia. Preeklampsia dapat diidentifikasi sejak dini, seperti melakukan pemeriksaan antenatal secara rutin dan mengetahui indikasi preeklampsia. Deteksi dini preeklamsia merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk menemukan faktor risiko dan komplikasi seperti preeklamsia pada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui hubungan deteksi dini risiko preeklamsia dengan kepatuhan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Wuluhan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan rancangan studi korelasional dan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Probability Sampling dengan Cluster Random Sampling. Jumlah sampel sebanyak 251 ibu hamil yang tersebar di 7 desa di wilayah kerja Puskesmas Wuluhan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang melakukan deteksi dini terdeteksi preeklamsia sebanyak 155 responden dengan persentase 61,8% dan sebagian besar responden patuh melakukan kunjungan ANC sebanyak 165 responden dengan persentase sebesar 65,7%. Berdasarkan hasil uji statistik chi square diketahui p value 0,000 dimana ? ? 0,05 sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan antara deteksi dini risiko preeklamsia dengan kepatuhan kunjungan ANC. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara deteksi dini risiko preeklamsia dengan kepatuhan kunjungan Antenatal Care (ANC) di wilayah kerja Puskesmas Wuluhan.