Abstract :
Self-efficacy dapat diartikan keyakinan individu dalam kemampuan dirinya agar
bisa mengatur tindakan yang diperlukan demi menghasilkan suatu hal. Self-care
management merupakan bentuk perilaku gaya hidup sehat diperlukan untuk
perkembangan manusia dan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mengatasi
kesehatan kondisi tanda-tanda fisik, gejala, serta emosional. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengidentifikasi adanya hubungan self-efficacy dengan self-care
management pada lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan kuantitatif
dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini 111 lansia
hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Tanggul dengan jumlah sampel 86
responden. Menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul
dianalisis dengan uji spearman rho. Pada penelitian ini menghasilkan data dengan
analisis spearman rho dengan hasil ?-value 0,001, ? 0,05, r = 0,554 dikatakan ada
hubungan antara self-efficacy dengan self-care management. Salah satu hambatan
untuk manajemen perawatan diri adalah kurangnya motivasi untuk melakukan
perubahan pada perilaku lansia. Self-care management yang efektif berarti
individu memiliki rasa tanggung jawab pada dirinya dalam menjaga kesehatan
dirinya sendiri. Dengan menjalankan self-care management yang efektif, dapat
meminimalkan komplikasi, meningkatkan self-efficacy, meningkatkan rasa
percaya diri dan kemandirian serta meningkatkan kualitas hidup penderita
hipertensi.