Abstract :
Korupsi merupakan salah satu problematika klasik yang terjadi di Indonesia hingga saat ini. Hasil penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa korupsi tidak hanya terjadi pada politisi, kepala daerah, dan pihak swasta namun juga terjadi di kalangan mahasiswa khususnya pengurus organisasi mahasiswa. Adapun bentuk-bentuk korupsi pada pengurus organisasi mahasiswa yaitu manipulasi proposal kegiatan, penggelembungan anggaran dana, dan lain sebagainya. Berangkat dari fenomena tersebut, perilaku anti-korupsi menjadi sangat penting dimiliki dan dibentuk dalam diri mahasiswa mengingat besarnya peluang mahasiswa terutama pengurus organisasi mahasiswa untuk terlibat dalam praktik korupsi.
Berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB) Fishben & Ajzen, munculnya perilaku anti-korupsi seseorang akan terlebih dahulu didorong oleh niatan berperilaku anti-korupsi. Sebelum intensi muncul ada 3 aspek yang mempengaruhinya yaitu attitude toward behavior, subjective norm, dan perceived behavioral control. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli menunjukkan bahwa aspek attitude toward behavior menunjukkan pengaruh yang paling besar dibandingkan dua aspek lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap (attitude toward anti-corruption) terhadap intensi anti-korupsi pengurus organisasi mahasiswa. Subjek dalam penelitian sejumlah 197 pengurus organisasi Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik probability simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala sikap dan intensi anti-korupsi. Analisa data menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap berpengaruh secara signifikan terhadap intensi anti-korupsi pengurus organisasi ILMPI.