Abstract :
Kearifan lokal merupakan warisan budaya yang telah berkembang sejak lama, berasal dari pemikiran dan nilai-nilai yang diyakini oleh suatu masyarakat. Kearifan lokal memiliki dua bentuk, yaitu bentuk berwujud dan tidak berwujud. Bentuk kearifan lokal berwujud merupakan bentuk kearifan lokal yang memiliki bentuk nyata berupa benda-benda yang didalamnya tertanam nilai-nilai sosial yang diterapkan oleh daerah tersebut. Bentuk kearifan lokal tidak berwujud merupakan bentuk kearifan lokal yang tidak memiliki bentuk nyata berupa kepercayaan-kepercayaan suatu masyarakat yang didalamnya tertanam nilai-nilai luhur yang dijadikan pedoman oleh masyarakat. Permasalahan yang muncul dari latar belakang adalah bagaimana bentuk kearifan lokal tidak berwujud dan bentuk kearifan berwujud yang terdapat dalam kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas Karya Zainal Muttaqin. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kearifan lokal tidak berwujud dan bentuk kearifan berwujud yang terdapat dalam kumpulan cerpen celurit hujan panas karya Zainal Muttaqin
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian yang akan diperlukan oleh peneliti yaitu data yang mengandung bentuk kearifan lokal tidak berwujud dan bentuk kearifan berwujud yang terdapat dalam kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas Karya Zainal Muttaqin. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen celurit hujan panas karya Zainal Muttaqin. Waktu Penelitian kurang lebih lebih delapan bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah reduksi data. Instrument dalam penelitian adalah peneliti selaku instrumen utama, dan instrumen bantu berupa tabel pengumpulan data.
Hasil analisis data menunjukan bahwa data bentuk kearifan lokal yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Celurit Hujan Panas Karya Zainal Muttaqin sebanyak tihapuluh data, yang terdiri dari dua belas bentuk kearifan lokal berwujud dan delapan belas bentuk kearifan lokal tidak berwujud. Dalam penelitian ini hanya berfokus pada lima bentuk kearifan lokal yakni (1) arsitektur, ditemukan satu data, (2) kerajinan tangan tradisional, ditemukan sebelas data, (3) peribahasa, ditemukan lima data (4) mitos, ditemukan tuju data, dan (5) tradisi, ditemukan enam data.