Abstract :
Biopelet atau pelet yang berasal dari biomassa dikonversi dan dapat
dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar menggunakan teknik densifikasi. Teknik
ini bertujuan untuk meningkatkan densitas (kerapatan) dari bahan dan
memudahkan penyimpanan serta pengangkutan. Pohon mahoni merupakan
tanaman hutan yang dibudidayakan di Indonesia dan kayunya mempunyai nilai
ekonomis yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik
biopelet serbuk kayu mahoni dengan penambahan variasi dosis zeolit. Metode
penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Bahan zeolit yang
digunakan memiliki 6 variasi dosis yaitu 0% (0 gram), 5% (2,5 gram), 10% (5
gram), 15% (7,5 gram), 20% (10 gram), 25% (12,5 gram) sedangkan variasi tetap
dari serbuk kayu mahoni 50 gram, perekat tepung tapioka dan tetes tebu 20 gram.
Diketahui laju pembakaran tertinggi terdapat pada sampel T5 dengan jumlah
zeolit 25% dan perekat tetes tebu mempunyai nilai sebesar 0,028 g/detik. Nilai
kadar abu terendah terdapat pada sampel variasi P0 dengan komposisi tanpa
campuran zeolit dan perekat tepung tapioka 20% dengan nilai kadar abu 3,32%.
Suhu tertinggi terdapat pada sampel P4 dengan campuran zeolit 20% nilai suhu
puncak 358,3°C. Nilai kadar air terendah terdapat pada sampel P5 yaitu variasi
komposisi 25% zeolit dan menggunakan perekat tepung kanji memiliki nilai
5,32%.