Abstract :
Pelat lantai yang juga dikenal sebagai diafragma merupakan salah salah satu elemen struktural yang digunakan dalam konstruksi gedung perkantoran, rumah biasa, dan struktur jembatan. Pembangunan gedung sekarang dengan perkembangan perilaku gempa yang semakin membesar menyebabkan perubahan pada beberapa persyaratan pembangunan gedung oleh karena itu Direktorat Jendral Cipta Karya mensyaratkan lantai dasar menggunakan balok sloof berupa plat tebal 10-12 cm. Pembangunan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Jember merupakan salah satu proyek yang di fungsikan agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Jember. Gedung ini direncanakan memiliki 4 lantai, panjang bangunan 90 m, lebar bangunan 66 m, ketinggian total 16.50 m, gedung ini di rencanakan dengan konstruksi pelat lantai konvensional, Sehingga dalam penelitian ini direncanakan pelat lantai dengan menggunakan Sistem Lantai Diafragma yang sesuai SNI:1726:2012. Hasil perhitungan dan Analisa menunjukan bahwa rasio kapasitas kolom pada struktur dengan sistem diafragma terhadap struktur tanpa diafragma adalah 11,9%. Hal ini menujukan bahwa struktur dengan diafragma memiliki kolom yang lebih mampu menahan gaya aksial dan momen dibandingkan struktur yang tanpa diafragma.