DETAIL DOCUMENT
ANALISIS PROSES BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED BERBASIS KONTEKSTUAL
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muhammadiyah Jember
Author
fauzi, iqbal nur
Subject
510 Mathematics 
Datestamp
2021-01-29 01:05:41 
Abstract :
ABSTRAK Fauzi, Iqbal Nur 2020. Analisis Proses Berpikir Kritis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Open Ended Berbasis Kontekstual, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jember. Pembimbing: (1) Chusnul Khotimah G, M.Pd. (2) Abdul Jalil, S.Si, M.Pd. Kata kunci: Berpikir Kritis, Soal Open Ended, Kontekstual. Berpikir kritis merupakan proses berpikir kritis yang mempunyai peranan penting dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Proses berpikir kritis sendiri memiliki 12 indikator yaitu memfokuskan pertanyaan, menganalisis argumen, bertanya dan menjawab pertanyaan klarifikasi, mempertimbangkan sumber dapat dipercaya, mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi, menentukan tindakan, berintekasi dengan orang lain, mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan definisi, mengidentifikasi asumsi, membuat deduksi dan mempertimbangkan hasil deduksi, membuat induksi dan mempertimbangkan hasil induksi, serta membuat dan mempertimbangkan nilai keputusan. Kemampuan berpikir kritis ini dapat dilatih melalui pemberian soal pemecahan masalah yang bersifat open ended yang berkaitan dengan materi SPLTV. Proses berpikir setiap individu berbeda-beda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal open ended berbasis kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu 2 siswa kelas XI dengan kemampuan matematis tinggi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes diagnostik, tes soal berpikir kritis, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa subjek SCT1 dapat memenuhi 12 indikator berpikir kritis karena pada kedua soal yang diberikan mampu diselesaikan dengan 3 strategi penyelesaian. Subjek SCT2 juga memiliki kemampuan berpikir kritis karena mampu menyelesaikan kedua soal dengan baik dengan 2 strategi penyelesaian dan memenuhi semua indikator berpikir kritis. Hasil-hasil ini menunjukan adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa pada jenjang pendidikan dan kemampuan matematis siswa. Simpulan penelitian ini yaitu kedua subjek penelitian mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis dimana hal yang membedakan keduan yaitu pada strategi penyelesaian soal yang diberikan. 
Institution Info

Universitas Muhammadiyah Jember