Abstract :
Peningkatan kebutuhan dan konsumsi bahan bakar minyak yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, menyebabkan langkanya BBM. Bahan bakar alternatif seperti bioetanol salah satu solusi mengatasi langkanya BBM. Eceng gondok mengandung selulosa yang cukup besar sehingga berpotensi untuk dijadikan bioetanol. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi massa ragi dan variasi waktu fermentasi terhadap jumlah kadar bioetanol. Tahapan pembuatan bioetanol yaitu; pretreatment, hidrolisis, fermentasi, dan destilasi. Hasil pengujian kadar bioetanol diperoleh paling optimum pada massa ragi 25 gram, yaitu; 55% pada fermentasi selama 4 hari, 62 % fermentasi selama 5 hari, dan 79 % fermentasi selama 6 hari. Semakin lama waktu fermentasi dan meningkatnya massa ragi mampu menghasilkan kadar bioetanol yang paling optimal.