Abstract :
Permasalahan penyakit kusta yang sangat komplek terkait dengan kehidupan klien kusta yang terjadi secara fisik, psikologis, dan sosial di komunitas membutuhkan penanganan yang menyeluruh. Permasalahan fisik penyakit kusta terkait dengan lesi pada kulit dan kecacatan fisik. Permasalahan psikologis kusta akan mengakibatkan gangguan interaksi sosial pada penderitanya akibat pandangan yang negatif dari masyarakat terkait penyakit kusta. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh klien kusta di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah sebanyak 46 klien dengan sampel yang digunakan sebesar 42 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Jenggawah dukungan keluarga pada penderita kusta seluruhnya (100%) berada pada kategori baik dengan tingkat harga diri penderita kusta seluruhnya (100%) berada pada tingkat positif. Secara statistik menunjukkan ada hubungan dukungan keluarga dengan harga diri pada klien kusta di wilayah kerja Puskesmas jenggawah Kabupaten Jember (p value = 0,012). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan harga diri penderita kusta secara positif sehingga penting dilakukan upaya peningkatan dukungan dan konseling bagi keluarga dalam penatalaksanaan kusta secara terpadu.