DETAIL DOCUMENT
Kajian penerapan building information modeling pada industri A/E/C di Indonesia
Total View This Week0
Institusion
Universitas Katolik Parahyangan
Author
Mieslenna, Cindy Fahni
Subject
Building Information Modeling (BIM) 
Datestamp
2019-11-29 06:09:43 
Abstract :
Banyak inovasi teknologi telah dikembangkan dan diperkenalkan untuk industri Arsitektur, Teknik, dan Konstruksi (A/E/C); salah satunya adalah Building Information Modeling (BIM). Teknologi ini menawarkan potensi untuk menghasilkan efisiensi dan perolehan kinerja yang lebih besar selama fase desain dan konstruksi, yang dapat menguntungkan pemangku kepentingan proyek. Ini sebenarnya bukan hal baru tetapi penerapannya dalam industri masih dapat dianggap rendah dengan hanya sedikit perusahaan A/E/C Indonesia yang memiliki pengalaman dengan BIM. Pengalaman praktis mereka layak didokumentasikan secara ilmiah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik yang dapat mendorong penerimaan yang lebih luas di industri. Dari sudut pandang akademis, ini juga dapat memperkaya literatur yang ada, yang terbatas ketika menyangkut industri A/E/C Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini dengan mengatasi empat masalah utama: pandangan secara umum penerapan BIM, keuntungan, dan kerugian yang dirasakan oleh pengguna, faktor penghalang, dan potensi aplikasi masa depannya. Penelitian ini melakukan pendekatan kualitatif melalui wawancara semiterstruktur dengan para praktisi dan akademisi BIM yang berpengetahuan dan berpengalaman untuk pengumpulan data. Sebanyak 10 profesional yang mewakili perusahaan kontraktor, pengembang, dan konsultan desain bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai responden. Responden ini memiliki pengalaman terkait BIM antara 1 dan 17 tahun, rata-rata sekitar 5 tahun dan pengalaman terkait A/E/C antara 5 dan 38 tahun, dengan rata-rata sekitar 16 tahun. Berdasarkan wawancara, responden ini mengkonfirmasi aplikasi BIM terbatas di industri A/E/C Indonesia. Mereka memilih untuk mengadopsi teknologi ini untuk keuntungan yang dirasakan berikut: mengendalikan proyek konstruksi dengan lebih baik, mendeteksi lebih awal konflik selama fase desain, mengurangi permintaan informasi, mengurangi limbah material, memperkirakan biaya, menghindari pengerjaan ulang, menghemat sumber daya manusia, menyederhanakan dokumentasi proyek, dan mendapatkan proyek baru. Menariknya, para responden sampai sekarang tidak mengakui adanya kerugian dalam menggunakan BIM. Meskipun demikian, mereka mengidentifikasi ada faktor penghalang yang dapat menghambat aplikasi BIM, termasuk tidak adanya peraturan, biaya investasi tinggi di awal, perubahan dari budaya kerja tradisional, kebutuhan pelatihan, dan biaya tambahan. Para responden setuju bahwa BIM memiliki potensi besar di masa depan dengan semakin meningkatnya kesadaran industri dan tren pasar yang mendukung implementasi BIM. Penelitian ini juga memberikan beberapa arahan untuk penelitian masa depan. 

Institution Info

Universitas Katolik Parahyangan